Apa Itu Smartwatch? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya
Kalau sudah terbiasa memakai
smartwatch, ada satu kebiasaan yang tanpa sadar mulai berubah: kita jadi
lebih jarang mengambil HP hanya untuk mengecek hal-hal kecil.
Ada pesan masuk? Cukup lihat pergelangan
tangan. Ingin tahu sudah berapa banyak berjalan hari ini? Tinggal buka data
aktivitas. Sedang berolahraga dan ingin melihat detak jantung? Informasinya
bisa langsung terlihat di layar jam.
Awalnya smartwatch mungkin terlihat
seperti jam tangan biasa yang diberi layar sentuh. Setelah digunakan
sehari-hari, barulah terasa bahwa fungsi perangkat ini sebenarnya jauh lebih
luas.
Namun, apakah semua orang membutuhkan
smartwatch? Bagaimana sebenarnya cara kerjanya? Dan fitur apa yang benar-benar
berguna?
Mari kita bahas dari dasar.
Apa Itu Smartwatch?
Smartwatch atau jam tangan pintar adalah perangkat wearable
berbentuk jam tangan yang mempunyai berbagai fungsi digital dan umumnya dapat
dihubungkan dengan smartphone.
Kalau jam tangan biasa fungsi utamanya menunjukkan waktu, smartwatch
bisa melakukan lebih banyak hal.
Mulai dari menampilkan notifikasi, menghitung langkah, mencatat
aktivitas olahraga, mengontrol musik, memantau detak jantung, sampai menerima
panggilan pada model yang mendukung Bluetooth Calling.
Tetapi setelah mencoba berbagai fitur smartwatch, ada satu hal yang
menurut kami cukup penting dipahami:
Tidak semua fitur akan kita gunakan setiap hari.
Pada pemakaian sehari-hari, justru fitur sederhana seperti melihat
notifikasi, mengecek waktu, alarm, menghitung langkah, dan melihat aktivitas
harian sering terasa paling berguna.
Karena itu, smartwatch dengan daftar fitur paling panjang belum
tentu menjadi smartwatch yang paling cocok untuk semua orang.
Bagaimana
Smartwatch Bisa Terhubung dengan HP?
Sebagian besar smartwatch menggunakan Bluetooth untuk berkomunikasi
dengan smartphone.
Biasanya kita perlu memasang aplikasi pendamping terlebih dahulu.
Setelah smartwatch berhasil dipasangkan dengan aplikasi tersebut, beberapa
informasi dari smartphone dapat diteruskan ke jam.
Contoh paling mudah adalah notifikasi.
Ketika WhatsApp masuk ke smartphone, smartwatch yang sudah
mendapatkan izin notifikasi dapat ikut menampilkannya.
Dalam penggunaan sehari-hari, fungsi sederhana seperti ini ternyata
cukup membantu.
Misalnya ketika sedang bekerja dan HP berada di dalam tas atau di
atas meja. Saat jam bergetar, kita bisa melihat sekilas siapa yang mengirim
pesan tanpa harus langsung membuka smartphone.
Kalau ternyata pesannya tidak mendesak, kita bisa kembali
melanjutkan aktivitas.
Di sinilah smartwatch mulai terasa berguna.
Bukan untuk menggantikan smartphone, tetapi mengurangi kebutuhan
membuka smartphone untuk hal-hal kecil.
Smartwatch Tidak Selalu Harus Terhubung ke HP
Ada anggapan bahwa smartwatch tidak
bisa digunakan sama sekali kalau tidak terhubung ke smartphone.
Sebenarnya tidak selalu demikian.
Fungsi dasar seperti melihat waktu,
alarm, stopwatch, timer, penghitung langkah, atau beberapa mode olahraga
biasanya tetap dapat digunakan meskipun koneksi Bluetooth terputus.
Namun, fitur yang bergantung pada
smartphone tentu akan terpengaruh.
Misalnya notifikasi pesan dan Bluetooth
Calling pada banyak smartwatch membutuhkan koneksi aktif dengan smartphone.
GPS juga perlu diperhatikan.
Ada smartwatch yang mempunyai GPS
bawaan, tetapi ada juga yang menggunakan lokasi dari smartphone atau sering
disebut connected GPS.
Keduanya berbeda.
Fitur
Smartwatch yang Benar-Benar Berguna
Kalau melihat halaman spesifikasi smartwatch sekarang, daftar
fiturnya bisa sangat panjang.
Puluhan bahkan ratusan mode olahraga terdengar menarik. Tetapi dalam
penggunaan sehari-hari, biasanya hanya beberapa fitur yang benar-benar sering
digunakan.
1. Notifikasi di
Pergelangan Tangan
Ini
salah satu fungsi yang paling mudah dirasakan manfaatnya.
Pesan,
panggilan, dan beberapa notifikasi aplikasi dapat terlihat langsung dari
smartwatch.
Namun
jangan langsung beranggapan semua smartwatch dapat membalas WhatsApp.
Pada
banyak smartwatch, pengguna hanya dapat membaca notifikasi, bukan
membalas pesan secara penuh.
Ini
salah satu hal yang sebaiknya diperiksa sebelum membeli.
2. Bluetooth Calling
Fitur berikutnya yang
cukup praktis adalah Bluetooth Calling.
Smartwatch yang
memiliki mikrofon dan speaker dapat digunakan untuk menerima atau melakukan
panggilan melalui jam ketika terhubung dengan smartphone.
Awalnya mungkin terasa
seperti fitur tambahan saja. Namun dalam kondisi tertentu, fitur ini cukup
berguna.
Misalnya HP sedang
berada di dalam tas, kita sedang melakukan pekerjaan ringan, atau sekadar ingin
menjawab panggilan singkat tanpa memegang smartphone.
Meski demikian,
kualitas mikrofon dan speaker setiap smartwatch berbeda.
Dan perlu diingat, Bluetooth
Calling bukan berarti smartwatch otomatis dapat melakukan panggilan tanpa
smartphone.
Pada smartwatch
Bluetooth biasa, HP tetap diperlukan sebagai perangkat utama.
3. Menghitung
Langkah dan Aktivitas Harian
Setelah
memakai smartwatch beberapa waktu, fitur penghitung langkah justru bisa membuat
kita lebih sadar dengan aktivitas sehari-hari.
Kadang
kita merasa sudah banyak bergerak, ternyata jumlah langkah masih sedikit.
Sebaliknya, pada hari yang terasa biasa saja, jumlah langkah ternyata cukup
tinggi.
Data
seperti ini tidak perlu dianggap sebagai angka yang harus selalu dikejar.
Menurut
kami, manfaat terbesarnya justru sebagai gambaran kebiasaan aktivitas harian.
Kita
jadi bisa membandingkan apakah hari ini lebih aktif atau lebih banyak duduk
dibanding biasanya.
4. Mode Olahraga
Hampir semua smartwatch
sekarang menawarkan mode olahraga.
Berjalan, berlari,
bersepeda, badminton, sepak bola, latihan bebas, dan masih banyak lagi.
Tetapi jangan terlalu
terpaku pada jumlahnya.
Smartwatch dengan “100+
mode olahraga” belum tentu otomatis lebih baik dibanding smartwatch dengan
jumlah mode lebih sedikit.
Lebih penting memastikan
aktivitas yang memang sering kita lakukan tersedia dan data yang ditampilkan
cukup relevan.
Kalau sehari-hari hanya
digunakan untuk jalan kaki dan jogging, misalnya, ratusan mode olahraga
kemungkinan besar tidak akan terpakai.
Bagaimana
Smartwatch Mengukur Detak Jantung?
Kalau pernah melihat bagian belakang smartwatch, biasanya terdapat
area sensor yang akan menyala ketika melakukan pengukuran.
Banyak smartwatch menggunakan sensor optik untuk memperkirakan
denyut jantung melalui perubahan aliran darah di bawah kulit.
Saat jam digunakan dengan benar, sensor membaca perubahan tersebut
dan sistem mengolahnya menjadi informasi detak jantung.
Fitur ini menarik terutama ketika digunakan saat beraktivitas atau
berolahraga.
Namun ada hal penting yang harus dipahami.
Smartwatch bukan alat diagnosis medis.
Hasil pengukuran dapat dipengaruhi posisi jam, gerakan tangan,
kondisi kulit, kualitas sensor, algoritma perangkat, dan berbagai faktor
lainnya.
Karena itu, informasi kesehatan dari smartwatch lebih tepat
digunakan sebagai referensi untuk melihat aktivitas atau tren, bukan untuk
menentukan sendiri kondisi kesehatan seseorang.
Jika menemukan hasil yang terasa tidak wajar atau memiliki keluhan
kesehatan, pemeriksaan dengan tenaga medis dan perangkat yang sesuai tetap
lebih tepat.
Bagaimana dengan
Pemantauan Tidur?
Sleep monitoring termasuk fitur yang menarik ketika pertama kali
menggunakan smartwatch.
Kita bisa melihat perkiraan berapa lama tidur dan beberapa perangkat
memberikan informasi tambahan mengenai pola tidur.
Setelah digunakan beberapa malam, data tersebut dapat memberikan
gambaran mengenai kebiasaan kita.
Misalnya ternyata waktu tidur sering berubah-ubah atau durasinya
lebih pendek dari yang kita kira.
Tetapi sama seperti sensor kesehatan lainnya, data tidur smartwatch
adalah estimasi berdasarkan sensor dan algoritma perangkat.
Jadi jangan heran kalau terkadang jam membaca waktu tidur sedikit
berbeda dari kondisi sebenarnya.
Gunakan datanya sebagai informasi tambahan, bukan sebagai hasil
pemeriksaan medis.
Layar
AMOLED, Apakah Memang Lebih Bagus?
Istilah AMOLED semakin sering muncul pada spesifikasi smartwatch.
Secara visual, layar AMOLED biasanya mempunyai warna yang menarik,
warna hitam yang lebih pekat, dan kontras yang tinggi.
Ketika digunakan pada smartwatch, perbedaannya cukup mudah terlihat
terutama pada watch face dengan latar belakang gelap.
Tampilannya terasa lebih hidup.
Namun jenis layar bukan satu-satunya faktor yang menentukan bagus
atau tidaknya sebuah smartwatch.
Kecerahan layar, resolusi, respons sentuhan, ukuran layar, dan
efisiensi baterai juga perlu diperhatikan.
Jadi jangan membeli smartwatch hanya karena melihat tulisan “AMOLED”
pada iklannya.
Bagaimana dengan
Ketahanan Air?
Ini bagian yang cukup sering disalahpahami.
Ada smartwatch yang mencantumkan IP67, IP68, 3ATM, 5ATM, atau
standar ketahanan lainnya.
Masalahnya, sebagian pengguna langsung mengartikannya sebagai:
“Berarti smartwatch ini waterproof dan aman digunakan di mana saja.”
Padahal tidak sesederhana itu.
Ketahanan terhadap air mempunyai standar dan kondisi pengujian
masing-masing. Air panas, tekanan air, sabun, benturan, kondisi seal perangkat,
hingga usia pemakaian dapat menjadi pertimbangan tersendiri.
Karena itu, sebelum menggunakan smartwatch untuk berenang atau
aktivitas air lainnya, periksa petunjuk resmi dari produsennya, bukan
hanya mengandalkan tulisan “waterproof”.
Topik ini cukup panjang sehingga akan kami bahas secara khusus dalam
artikel mengenai perbedaan IP67, IP68, dan 5ATM.
Baterai
Smartwatch Tidak Selalu Sesuai Angka di Iklan
Ketika melihat spesifikasi smartwatch, kita mungkin menemukan klaim
baterai 5 hari, 7 hari, 10 hari, bahkan lebih.
Apakah angka tersebut pasti sama ketika digunakan?
Belum tentu.
Daya tahan baterai sangat bergantung pada cara penggunaan.
Kecerahan layar tinggi, raise to wake, Bluetooth Calling,
GPS, pemantauan kesehatan terus-menerus, durasi layar menyala, dan banyaknya
notifikasi dapat membuat konsumsi baterai meningkat.
Karena itu, dua orang yang memakai smartwatch sama bisa mendapatkan
daya tahan baterai berbeda.
Kalau ingin baterai lebih awet, kita bisa menonaktifkan beberapa
fitur yang memang tidak dibutuhkan.
Jadi,
Apakah Smartwatch Benar-Benar Dibutuhkan?
Jawabannya tergantung kebiasaan masing-masing.
Kalau hanya membutuhkan jam untuk melihat waktu, jam tangan biasa
sebenarnya sudah cukup.
Tetapi smartwatch mulai terasa berguna ketika kita ingin mendapatkan
informasi dengan lebih cepat tanpa terus-menerus mengambil smartphone.
Setelah terbiasa menggunakannya, hal-hal kecil seperti melihat siapa
yang menelepon, mengecek notifikasi, mengontrol musik, melihat jumlah langkah,
atau memasang timer dari pergelangan tangan menjadi terasa praktis.
Smartwatch juga cocok untuk orang yang ingin lebih memperhatikan
aktivitas sehari-hari.
Tetapi sekali lagi, jangan membeli hanya karena jumlah fiturnya
banyak.
Tips Memilih
Smartwatch Pertama
Kalau baru pertama kali ingin membeli smartwatch, coba tanyakan
kepada diri sendiri:
Saya sebenarnya membutuhkan smartwatch untuk apa?
- Kalau tujuannya untuk penggunaan sehari-hari, prioritaskan layar yang nyaman dilihat, koneksi yang stabil, notifikasi, baterai, dan aplikasi pendamping yang mudah digunakan.
- Kalau sering olahraga outdoor, pertimbangkan GPS dan ketahanan perangkat.
- Kalau sering menerima telepon, Bluetooth Calling mungkin lebih penting.
- Kalau lebih mementingkan penampilan, desain, ukuran casing, material strap, dan kualitas layar dapat menjadi pertimbangan utama.
Dengan cara seperti ini, kita tidak mudah tergoda membeli smartwatch
hanya karena mempunyai daftar spesifikasi yang panjang.
Kesimpulan: Smartwatch yang Bagus Tidak Harus Punya Fitur
Terbanyak
Setelah memahami cara kerja
smartwatch, sebenarnya perangkat ini tidak serumit yang terlihat pada daftar
spesifikasinya.
Smartwatch adalah perangkat pendamping
yang membuat beberapa aktivitas menjadi lebih praktis.
Kita bisa melihat notifikasi tanpa
mengambil HP, mencatat aktivitas, melihat informasi olahraga, menggunakan alarm
dan timer, mengontrol musik, hingga menerima panggilan pada perangkat tertentu.
Namun dari pengalaman menggunakan
smartwatch, fitur yang paling berguna biasanya bukan fitur yang paling
terlihat hebat di brosur.
Justru fitur sederhana yang digunakan
setiap hari yang membuat smartwatch terasa bermanfaat.
Karena itu, kalau sedang mencari
smartwatch, jangan hanya bertanya:
“Smartwatch ini punya berapa banyak
fitur?”
Pertanyaan yang lebih tepat adalah:
“Dari semua fitur tersebut, mana yang
benar-benar akan saya gunakan?”
Kalau sudah menemukan jawabannya, memilih
smartwatch yang sesuai kebutuhan akan jauh lebih mudah.

0 Komentar