GUM0GfM5TSr5GUYiBUd7TUCpTA==
0
    0
      Breaking News

      Apa Itu Smartwatch? Fungsi dan Cara Kerjanya untuk Pemula

      Apa itu smartwatch dan bagaimana cara kerjanya? Kenali fungsi smartwatch, notifikasi, Bluetooth Calling, sensor kesehatan, olahraga, AMOLED, GPS



      Apa Itu Smartwatch? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

      Kalau sudah terbiasa memakai smartwatch, ada satu kebiasaan yang tanpa sadar mulai berubah: kita jadi lebih jarang mengambil HP hanya untuk mengecek hal-hal kecil.

      Ada pesan masuk? Cukup lihat pergelangan tangan. Ingin tahu sudah berapa banyak berjalan hari ini? Tinggal buka data aktivitas. Sedang berolahraga dan ingin melihat detak jantung? Informasinya bisa langsung terlihat di layar jam.

      Awalnya smartwatch mungkin terlihat seperti jam tangan biasa yang diberi layar sentuh. Setelah digunakan sehari-hari, barulah terasa bahwa fungsi perangkat ini sebenarnya jauh lebih luas.

      Namun, apakah semua orang membutuhkan smartwatch? Bagaimana sebenarnya cara kerjanya? Dan fitur apa yang benar-benar berguna?

      Mari kita bahas dari dasar.

      Apa Itu Smartwatch?

      Smartwatch atau jam tangan pintar adalah perangkat wearable berbentuk jam tangan yang mempunyai berbagai fungsi digital dan umumnya dapat dihubungkan dengan smartphone.

      Kalau jam tangan biasa fungsi utamanya menunjukkan waktu, smartwatch bisa melakukan lebih banyak hal.

      Mulai dari menampilkan notifikasi, menghitung langkah, mencatat aktivitas olahraga, mengontrol musik, memantau detak jantung, sampai menerima panggilan pada model yang mendukung Bluetooth Calling.

      Tetapi setelah mencoba berbagai fitur smartwatch, ada satu hal yang menurut kami cukup penting dipahami:

      Tidak semua fitur akan kita gunakan setiap hari.

      Pada pemakaian sehari-hari, justru fitur sederhana seperti melihat notifikasi, mengecek waktu, alarm, menghitung langkah, dan melihat aktivitas harian sering terasa paling berguna.

      Karena itu, smartwatch dengan daftar fitur paling panjang belum tentu menjadi smartwatch yang paling cocok untuk semua orang.

      Bagaimana Smartwatch Bisa Terhubung dengan HP?

      Sebagian besar smartwatch menggunakan Bluetooth untuk berkomunikasi dengan smartphone.

      Biasanya kita perlu memasang aplikasi pendamping terlebih dahulu. Setelah smartwatch berhasil dipasangkan dengan aplikasi tersebut, beberapa informasi dari smartphone dapat diteruskan ke jam.

      Contoh paling mudah adalah notifikasi.

      Ketika WhatsApp masuk ke smartphone, smartwatch yang sudah mendapatkan izin notifikasi dapat ikut menampilkannya.

      Dalam penggunaan sehari-hari, fungsi sederhana seperti ini ternyata cukup membantu.

      Misalnya ketika sedang bekerja dan HP berada di dalam tas atau di atas meja. Saat jam bergetar, kita bisa melihat sekilas siapa yang mengirim pesan tanpa harus langsung membuka smartphone.

      Kalau ternyata pesannya tidak mendesak, kita bisa kembali melanjutkan aktivitas.

      Di sinilah smartwatch mulai terasa berguna.

      Bukan untuk menggantikan smartphone, tetapi mengurangi kebutuhan membuka smartphone untuk hal-hal kecil.

      Smartwatch Tidak Selalu Harus Terhubung ke HP

      Ada anggapan bahwa smartwatch tidak bisa digunakan sama sekali kalau tidak terhubung ke smartphone.

      Sebenarnya tidak selalu demikian.

      Fungsi dasar seperti melihat waktu, alarm, stopwatch, timer, penghitung langkah, atau beberapa mode olahraga biasanya tetap dapat digunakan meskipun koneksi Bluetooth terputus.

      Namun, fitur yang bergantung pada smartphone tentu akan terpengaruh.

      Misalnya notifikasi pesan dan Bluetooth Calling pada banyak smartwatch membutuhkan koneksi aktif dengan smartphone.

      GPS juga perlu diperhatikan.

      Ada smartwatch yang mempunyai GPS bawaan, tetapi ada juga yang menggunakan lokasi dari smartphone atau sering disebut connected GPS.

      Keduanya berbeda.

      Fitur Smartwatch yang Benar-Benar Berguna

      Kalau melihat halaman spesifikasi smartwatch sekarang, daftar fiturnya bisa sangat panjang.

      Puluhan bahkan ratusan mode olahraga terdengar menarik. Tetapi dalam penggunaan sehari-hari, biasanya hanya beberapa fitur yang benar-benar sering digunakan.

      1. Notifikasi di Pergelangan Tangan

      Ini salah satu fungsi yang paling mudah dirasakan manfaatnya.

      Pesan, panggilan, dan beberapa notifikasi aplikasi dapat terlihat langsung dari smartwatch.

      Namun jangan langsung beranggapan semua smartwatch dapat membalas WhatsApp.

      Pada banyak smartwatch, pengguna hanya dapat membaca notifikasi, bukan membalas pesan secara penuh.

      Ini salah satu hal yang sebaiknya diperiksa sebelum membeli.

      2. Bluetooth Calling

      Fitur berikutnya yang cukup praktis adalah Bluetooth Calling.

      Smartwatch yang memiliki mikrofon dan speaker dapat digunakan untuk menerima atau melakukan panggilan melalui jam ketika terhubung dengan smartphone.

      Awalnya mungkin terasa seperti fitur tambahan saja. Namun dalam kondisi tertentu, fitur ini cukup berguna.

      Misalnya HP sedang berada di dalam tas, kita sedang melakukan pekerjaan ringan, atau sekadar ingin menjawab panggilan singkat tanpa memegang smartphone.

      Meski demikian, kualitas mikrofon dan speaker setiap smartwatch berbeda.

      Dan perlu diingat, Bluetooth Calling bukan berarti smartwatch otomatis dapat melakukan panggilan tanpa smartphone.

      Pada smartwatch Bluetooth biasa, HP tetap diperlukan sebagai perangkat utama.

      3. Menghitung Langkah dan Aktivitas Harian

      Setelah memakai smartwatch beberapa waktu, fitur penghitung langkah justru bisa membuat kita lebih sadar dengan aktivitas sehari-hari.

      Kadang kita merasa sudah banyak bergerak, ternyata jumlah langkah masih sedikit. Sebaliknya, pada hari yang terasa biasa saja, jumlah langkah ternyata cukup tinggi.

      Data seperti ini tidak perlu dianggap sebagai angka yang harus selalu dikejar.

      Menurut kami, manfaat terbesarnya justru sebagai gambaran kebiasaan aktivitas harian.

      Kita jadi bisa membandingkan apakah hari ini lebih aktif atau lebih banyak duduk dibanding biasanya.

      4. Mode Olahraga

      Hampir semua smartwatch sekarang menawarkan mode olahraga.

      Berjalan, berlari, bersepeda, badminton, sepak bola, latihan bebas, dan masih banyak lagi.

      Tetapi jangan terlalu terpaku pada jumlahnya.

      Smartwatch dengan “100+ mode olahraga” belum tentu otomatis lebih baik dibanding smartwatch dengan jumlah mode lebih sedikit.

      Lebih penting memastikan aktivitas yang memang sering kita lakukan tersedia dan data yang ditampilkan cukup relevan.

      Kalau sehari-hari hanya digunakan untuk jalan kaki dan jogging, misalnya, ratusan mode olahraga kemungkinan besar tidak akan terpakai.

      Bagaimana Smartwatch Mengukur Detak Jantung?

      Kalau pernah melihat bagian belakang smartwatch, biasanya terdapat area sensor yang akan menyala ketika melakukan pengukuran.

      Banyak smartwatch menggunakan sensor optik untuk memperkirakan denyut jantung melalui perubahan aliran darah di bawah kulit.

      Saat jam digunakan dengan benar, sensor membaca perubahan tersebut dan sistem mengolahnya menjadi informasi detak jantung.

      Fitur ini menarik terutama ketika digunakan saat beraktivitas atau berolahraga.

      Namun ada hal penting yang harus dipahami.

      Smartwatch bukan alat diagnosis medis.

      Hasil pengukuran dapat dipengaruhi posisi jam, gerakan tangan, kondisi kulit, kualitas sensor, algoritma perangkat, dan berbagai faktor lainnya.

      Karena itu, informasi kesehatan dari smartwatch lebih tepat digunakan sebagai referensi untuk melihat aktivitas atau tren, bukan untuk menentukan sendiri kondisi kesehatan seseorang.

      Jika menemukan hasil yang terasa tidak wajar atau memiliki keluhan kesehatan, pemeriksaan dengan tenaga medis dan perangkat yang sesuai tetap lebih tepat.

      Bagaimana dengan Pemantauan Tidur?

      Sleep monitoring termasuk fitur yang menarik ketika pertama kali menggunakan smartwatch.

      Kita bisa melihat perkiraan berapa lama tidur dan beberapa perangkat memberikan informasi tambahan mengenai pola tidur.

      Setelah digunakan beberapa malam, data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kebiasaan kita.

      Misalnya ternyata waktu tidur sering berubah-ubah atau durasinya lebih pendek dari yang kita kira.

      Tetapi sama seperti sensor kesehatan lainnya, data tidur smartwatch adalah estimasi berdasarkan sensor dan algoritma perangkat.

      Jadi jangan heran kalau terkadang jam membaca waktu tidur sedikit berbeda dari kondisi sebenarnya.

      Gunakan datanya sebagai informasi tambahan, bukan sebagai hasil pemeriksaan medis.

      Layar AMOLED, Apakah Memang Lebih Bagus?

      Istilah AMOLED semakin sering muncul pada spesifikasi smartwatch.

      Secara visual, layar AMOLED biasanya mempunyai warna yang menarik, warna hitam yang lebih pekat, dan kontras yang tinggi.

      Ketika digunakan pada smartwatch, perbedaannya cukup mudah terlihat terutama pada watch face dengan latar belakang gelap.

      Tampilannya terasa lebih hidup.

      Namun jenis layar bukan satu-satunya faktor yang menentukan bagus atau tidaknya sebuah smartwatch.

      Kecerahan layar, resolusi, respons sentuhan, ukuran layar, dan efisiensi baterai juga perlu diperhatikan.

      Jadi jangan membeli smartwatch hanya karena melihat tulisan “AMOLED” pada iklannya.

      Bagaimana dengan Ketahanan Air?

      Ini bagian yang cukup sering disalahpahami.

      Ada smartwatch yang mencantumkan IP67, IP68, 3ATM, 5ATM, atau standar ketahanan lainnya.

      Masalahnya, sebagian pengguna langsung mengartikannya sebagai:

      “Berarti smartwatch ini waterproof dan aman digunakan di mana saja.”

      Padahal tidak sesederhana itu.

      Ketahanan terhadap air mempunyai standar dan kondisi pengujian masing-masing. Air panas, tekanan air, sabun, benturan, kondisi seal perangkat, hingga usia pemakaian dapat menjadi pertimbangan tersendiri.

      Karena itu, sebelum menggunakan smartwatch untuk berenang atau aktivitas air lainnya, periksa petunjuk resmi dari produsennya, bukan hanya mengandalkan tulisan “waterproof”.

      Topik ini cukup panjang sehingga akan kami bahas secara khusus dalam artikel mengenai perbedaan IP67, IP68, dan 5ATM.

      Baterai Smartwatch Tidak Selalu Sesuai Angka di Iklan

      Ketika melihat spesifikasi smartwatch, kita mungkin menemukan klaim baterai 5 hari, 7 hari, 10 hari, bahkan lebih.

      Apakah angka tersebut pasti sama ketika digunakan?

      Belum tentu.

      Daya tahan baterai sangat bergantung pada cara penggunaan.

      Kecerahan layar tinggi, raise to wake, Bluetooth Calling, GPS, pemantauan kesehatan terus-menerus, durasi layar menyala, dan banyaknya notifikasi dapat membuat konsumsi baterai meningkat.

      Karena itu, dua orang yang memakai smartwatch sama bisa mendapatkan daya tahan baterai berbeda.

      Kalau ingin baterai lebih awet, kita bisa menonaktifkan beberapa fitur yang memang tidak dibutuhkan.

      Jadi, Apakah Smartwatch Benar-Benar Dibutuhkan?

      Jawabannya tergantung kebiasaan masing-masing.

      Kalau hanya membutuhkan jam untuk melihat waktu, jam tangan biasa sebenarnya sudah cukup.

      Tetapi smartwatch mulai terasa berguna ketika kita ingin mendapatkan informasi dengan lebih cepat tanpa terus-menerus mengambil smartphone.

      Setelah terbiasa menggunakannya, hal-hal kecil seperti melihat siapa yang menelepon, mengecek notifikasi, mengontrol musik, melihat jumlah langkah, atau memasang timer dari pergelangan tangan menjadi terasa praktis.

      Smartwatch juga cocok untuk orang yang ingin lebih memperhatikan aktivitas sehari-hari.

      Tetapi sekali lagi, jangan membeli hanya karena jumlah fiturnya banyak.

      Tips Memilih Smartwatch Pertama

      Kalau baru pertama kali ingin membeli smartwatch, coba tanyakan kepada diri sendiri:

      Saya sebenarnya membutuhkan smartwatch untuk apa?

      1. Kalau tujuannya untuk penggunaan sehari-hari, prioritaskan layar yang nyaman dilihat, koneksi yang stabil, notifikasi, baterai, dan aplikasi pendamping yang mudah digunakan.
      2. Kalau sering olahraga outdoor, pertimbangkan GPS dan ketahanan perangkat.
      3. Kalau sering menerima telepon, Bluetooth Calling mungkin lebih penting.
      4. Kalau lebih mementingkan penampilan, desain, ukuran casing, material strap, dan kualitas layar dapat menjadi pertimbangan utama.

      Dengan cara seperti ini, kita tidak mudah tergoda membeli smartwatch hanya karena mempunyai daftar spesifikasi yang panjang.

      Kesimpulan: Smartwatch yang Bagus Tidak Harus Punya Fitur Terbanyak

      Setelah memahami cara kerja smartwatch, sebenarnya perangkat ini tidak serumit yang terlihat pada daftar spesifikasinya.

      Smartwatch adalah perangkat pendamping yang membuat beberapa aktivitas menjadi lebih praktis.

      Kita bisa melihat notifikasi tanpa mengambil HP, mencatat aktivitas, melihat informasi olahraga, menggunakan alarm dan timer, mengontrol musik, hingga menerima panggilan pada perangkat tertentu.

      Namun dari pengalaman menggunakan smartwatch, fitur yang paling berguna biasanya bukan fitur yang paling terlihat hebat di brosur.

      Justru fitur sederhana yang digunakan setiap hari yang membuat smartwatch terasa bermanfaat.

      Karena itu, kalau sedang mencari smartwatch, jangan hanya bertanya:

      “Smartwatch ini punya berapa banyak fitur?”

      Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

      “Dari semua fitur tersebut, mana yang benar-benar akan saya gunakan?”

      Kalau sudah menemukan jawabannya, memilih smartwatch yang sesuai kebutuhan akan jauh lebih mudah.



      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Ads
      Ads
      Ads

      Info

      Info
      • 59 Street, 06 Lane, Newyork
      • +0123456789
      • info@domainku.com