GUM0GfM5TSr5GUYiBUd7TUCpTA==
0
    0
      Breaking News

      Apa Itu AMOLED pada Smartwatch? Kelebihan dan Kekurangannya

      Apa itu layar AMOLED pada smartwatch? Kenali perbedaannya dengan TFT, kelebihan AMOLED, kekurangan, Always-On Display.

       


      Apa Itu AMOLED pada Smartwatch? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya

      Kalau sedang mencari smartwatch, kemungkinan besar kita akan menemukan satu kata yang cukup sering ditonjolkan:

      AMOLED.

      Bahkan pada smartwatch dengan harga yang semakin terjangkau, layar AMOLED mulai menjadi salah satu fitur yang sering dipromosikan.

      Tampilannya memang menarik.

      Warna terlihat hidup, bagian hitam tampak benar-benar gelap, dan watch face tertentu terlihat jauh lebih elegan.

      Ketika pertama kali membandingkan smartwatch AMOLED dengan smartwatch berlayar TFT biasa, perbedaannya biasanya cukup mudah terlihat.

      Tetapi apakah AMOLED benar-benar membuat sebuah smartwatch otomatis menjadi lebih bagus?

      Belum tentu.

      Ada beberapa hal yang sebaiknya dipahami sebelum menjadikan tulisan “AMOLED” sebagai alasan utama membeli smartwatch.

      Apa Itu Layar AMOLED?

      AMOLED adalah singkatan dari Active Matrix Organic Light Emitting Diode.

      Namanya terdengar cukup teknis, tetapi cara paling mudah memahaminya adalah dengan melihat bagaimana layar menghasilkan cahaya.

      Pada layar AMOLED, setiap piksel dapat menghasilkan cahayanya sendiri.

      Ketika layar perlu menampilkan warna hitam, piksel tertentu dapat dimatikan.

      Inilah salah satu alasan warna hitam pada layar AMOLED terlihat sangat pekat.

      Berbeda dengan beberapa teknologi LCD yang menggunakan sumber cahaya di belakang panel untuk menerangi layar.

      Perbedaan cara kerja tersebut menghasilkan karakter tampilan yang berbeda.

      Dan pada smartwatch yang layarnya relatif kecil, karakter AMOLED cukup menarik karena dapat membuat tampilan jam terlihat lebih kontras.

      Apa Bedanya AMOLED dengan TFT pada Smartwatch?

      TFT sebenarnya merupakan teknologi yang sangat umum digunakan pada berbagai perangkat elektronik, termasuk smartwatch.

      Bukan berarti TFT jelek.

      Banyak smartwatch dengan layar TFT masih mempunyai tampilan yang cukup bagus untuk penggunaan sehari-hari.

      Namun ketika diletakkan berdampingan dengan AMOLED, biasanya ada beberapa perbedaan yang mudah terlihat.

      Warna Hitam

      Ini yang paling jelas.

      Pada AMOLED, area hitam dapat terlihat benar-benar gelap karena pikselnya dapat dimatikan.

      Pada beberapa layar TFT/LCD, warna hitam masih dapat terlihat sedikit terang karena adanya backlight.

      Ketika menggunakan watch face dengan latar belakang hitam, AMOLED biasanya terlihat lebih menyatu dengan bezel layar.

      Hasilnya memang cukup elegan.

      Kontras

      Karena kemampuan menghasilkan warna hitam yang sangat dalam, AMOLED mempunyai kontras yang tinggi.

      Tulisan putih atau elemen berwarna di atas latar belakang hitam terlihat menonjol.

      Untuk sebuah jam tangan, karakter seperti ini sangat cocok.

      Kita hanya melihat layar beberapa detik untuk membaca waktu atau notifikasi, sehingga informasi yang kontras terasa nyaman.

      Warna

      Warna pada AMOLED biasanya terlihat lebih hidup.

      Ikon olahraga, grafik, foto pada watch face, dan berbagai elemen antarmuka dapat terlihat menarik.

      Namun perlu diingat bahwa kualitas warna tidak hanya ditentukan oleh kata AMOLED.

      Kualitas panel dan kalibrasi layar juga mempunyai pengaruh.

      Dua smartwatch yang sama-sama menggunakan AMOLED belum tentu menghasilkan tampilan yang benar-benar sama.

      Apakah AMOLED Lebih Jernih?

      Ini pertanyaan yang menarik.

      Banyak orang menganggap:

      AMOLED = layar pasti lebih tajam.

      Padahal tidak selalu demikian.

      Ketajaman gambar juga dipengaruhi oleh resolusi dan ukuran layar.

      Misalnya dua smartwatch sama-sama menggunakan AMOLED tetapi mempunyai resolusi berbeda. Smartwatch dengan kepadatan piksel lebih tinggi dapat menampilkan tulisan dan ikon dengan lebih halus.

      Jadi ketika memilih smartwatch, jangan hanya melihat jenis panel.

      Perhatikan juga resolusinya.

      Pada layar smartwatch yang kecil, perbedaannya bisa terasa terutama pada tulisan kecil, angka, dan detail watch face.

      Kelebihan AMOLED pada Smartwatch

      Setelah menggunakan smartwatch dengan berbagai jenis layar, ada beberapa kelebihan AMOLED yang memang terasa dalam penggunaan sehari-hari.

      1. Tampilan Terlihat Lebih Premium

      Ini mungkin bukan istilah teknis, tetapi cukup mudah dirasakan.

      Smartwatch AMOLED sering terlihat lebih mahal daripada harga sebenarnya.

      Terutama ketika menggunakan watch face berlatar hitam.

      Bagian layar yang gelap menyatu dengan bezel sehingga batas antara layar dan bodi jam tidak terlalu terlihat.

      Hasilnya bersih dan elegan.

      Bagi orang yang menggunakan smartwatch bukan hanya untuk olahraga tetapi juga sebagai bagian dari penampilan, hal seperti ini cukup menarik.

      2. Warna Hitam Lebih Pekat

      Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, piksel AMOLED dapat dimatikan ketika menampilkan warna hitam.

      Efeknya sangat terasa pada watch face.

      Coba gunakan tampilan dengan latar hitam dan angka putih sederhana.

      Pada AMOLED yang bagus, tampilannya bisa menyerupai angka yang muncul langsung dari permukaan kaca.

      Sederhana, tetapi terlihat bagus.

      3. Kontras Tinggi

      Notifikasi, menu, angka, dan ikon dapat terlihat jelas karena perbedaan antara bagian terang dan gelap cukup kuat.

      Hal ini membuat AMOLED cocok untuk antarmuka smartwatch yang sebagian besar memang menggunakan elemen sederhana.

      Tidak perlu membuka gambar atau video untuk merasakan keuntungannya.

      Bahkan hanya dari tampilan waktu, perbedaannya sudah dapat terlihat.

      4. Mendukung Always-On Display pada Banyak Model

      Salah satu fitur yang sering dipasangkan dengan AMOLED adalah Always-On Display atau AOD.

      Fitur ini memungkinkan layar tetap menampilkan informasi tertentu ketika smartwatch sedang tidak digunakan secara aktif.

      Biasanya hanya informasi sederhana seperti waktu atau tanggal.

      Jadi kita dapat melihat jam tanpa harus mengangkat tangan atau menyentuh layar terlebih dahulu.

      Untuk sebuah jam tangan, fitur ini terasa natural.

      Namun tidak semua smartwatch AMOLED otomatis mempunyai AOD.

      Tetap periksa spesifikasi perangkat.

      5. Bisa Lebih Efisien pada Tampilan Gelap

      Karena piksel hitam dapat dimatikan, tampilan dengan banyak area hitam dapat menggunakan energi lebih sedikit dibandingkan ketika layar menampilkan banyak area terang.

      Inilah salah satu alasan watch face berlatar gelap cocok digunakan pada smartwatch AMOLED.

      Tetapi jangan langsung menyimpulkan bahwa smartwatch AMOLED pasti mempunyai baterai lebih awet.

      Konsumsi baterai smartwatch dipengaruhi banyak faktor lain seperti kapasitas baterai, kecerahan, sensor, Bluetooth, GPS, AOD, dan optimasi perangkat lunak.

      Kekurangan AMOLED pada Smartwatch

      AMOLED memang menarik, tetapi bukan berarti tidak mempunyai kekurangan.

      Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

      1. Always-On Display Bisa Membuat Baterai Lebih Cepat Habis

      AOD memang praktis.

      Tetapi layar yang terus menampilkan informasi tetap membutuhkan energi.

      Ketika AOD aktif, daya tahan baterai smartwatch biasanya dapat berkurang dibandingkan ketika fitur tersebut dimatikan.

      Seberapa besar perbedaannya tergantung perangkat dan pengaturan yang digunakan.

      Kalau baterai menjadi prioritas utama, coba gunakan smartwatch beberapa hari dengan AOD aktif dan beberapa hari tanpa AOD.

      Dari sana kita bisa menentukan mana yang lebih sesuai dengan kebiasaan penggunaan.

      2. AMOLED Tidak Menjamin Smartwatch Berkualitas

      Ini cukup penting.

      Sekarang tulisan AMOLED sering menjadi salah satu poin utama dalam pemasaran smartwatch.

      Tetapi kualitas smartwatch tidak hanya ditentukan oleh layarnya.

      Bayangkan smartwatch mempunyai layar yang sangat bagus, tetapi:

      koneksi Bluetooth sering putus,

      aplikasinya sulit digunakan,

      sensor kurang konsisten,

      baterainya tidak sesuai kebutuhan,

      atau bodinya terasa kurang nyaman.

      Pengalaman menggunakan smartwatch tetap tidak akan maksimal.

      Jadi AMOLED sebaiknya dianggap sebagai salah satu kelebihan, bukan satu-satunya penentu kualitas.

      3. Risiko Burn-In Tetap Ada

      Panel OLED, termasuk AMOLED, secara teknis dapat mengalami burn-in atau retensi permanen jika elemen statis tertentu ditampilkan dalam waktu sangat lama.

      Pada penggunaan smartwatch normal, sistem biasanya sudah dirancang untuk membantu mengurangi risikonya.

      Namun tetap masuk akal untuk tidak menggunakan tingkat kecerahan maksimal dan tampilan statis secara terus-menerus jika memang tidak diperlukan.

      Tidak perlu terlalu takut dengan burn-in.

      Cukup gunakan perangkat secara wajar.

      Apakah AMOLED Lebih Terlihat di Bawah Sinar Matahari?

      Tidak bisa dijawab hanya dari jenis panelnya.

      Keterbacaan layar di luar ruangan sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerahan maksimum, lapisan kaca, refleksi, dan pengaturan otomatis perangkat.

      Ada smartwatch AMOLED yang sangat nyaman dilihat di luar ruangan.

      Ada juga yang tetap terasa kurang terang ketika berada langsung di bawah matahari.

      Karena itu, kalau sering menggunakan smartwatch untuk aktivitas outdoor, jangan hanya mencari tulisan AMOLED.

      Perhatikan juga informasi mengenai kecerahan layar jika tersedia.

      Lebih bagus lagi kalau dapat melihat pengujian atau mencoba perangkat secara langsung.

      AMOLED dan AOD Itu Berbeda

      Ini juga sering membuat pengguna baru bingung.

      AMOLED adalah teknologi layar.

      Sedangkan:

      AOD atau Always-On Display adalah fitur.

      Smartwatch AMOLED dapat mendukung AOD, tetapi keberadaan AMOLED tidak otomatis berarti fitur tersebut tersedia.

      Sebaliknya, cara AOD bekerja juga dapat berbeda pada setiap perangkat.

      Ada yang menampilkan watch face versi sederhana.

      Ada yang hanya menampilkan waktu.

      Ada pula yang memberikan beberapa pilihan tampilan AOD.

      Jadi periksa keduanya secara terpisah.

      Apakah AMOLED Membuat Baterai Lebih Awet?

      Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak.

      Pada tampilan yang didominasi warna hitam, AMOLED mempunyai keuntungan karena piksel gelap dapat dimatikan.

      Namun kalau kita mengaktifkan:

      AOD sepanjang hari,

      kecerahan tinggi,

      raise to wake,

      pemantauan kesehatan terus-menerus,

      GPS,

      dan banyak notifikasi,

      baterai tetap dapat berkurang dengan cepat.

      Jadi jangan membeli smartwatch AMOLED dengan anggapan baterainya pasti lebih awet.

      Lebih baik melihat hasil penggunaan perangkat secara keseluruhan.

      Apakah Smartwatch TFT Masih Layak Dibeli?

      Tentu saja.

      Tidak semua orang membutuhkan AMOLED.

      Kalau smartwatch digunakan untuk melihat waktu, menerima notifikasi, menghitung langkah, dan olahraga ringan, layar TFT yang baik masih sangat memadai.

      Bahkan pada kelas harga tertentu, kami lebih memilih smartwatch TFT dengan koneksi stabil dan baterai bagus daripada smartwatch AMOLED yang hanya unggul di layar tetapi mempunyai banyak kekurangan pada bagian lain.

      Pada akhirnya, layar adalah salah satu bagian dari smartwatch.

      Bukan keseluruhan pengalaman.

      AMOLED Cocok untuk Siapa?

      Menurut kami, AMOLED layak diprioritaskan kalau tampilan merupakan salah satu hal penting ketika memilih smartwatch.

      Misalnya kita:

      sering menggunakan smartwatch sebagai jam utama,

      suka mengganti watch face,

      menginginkan tampilan yang terlihat premium,

      sering membaca notifikasi dari jam,

      atau menyukai fitur Always-On Display.

      AMOLED juga menarik untuk smartwatch dengan desain elegan karena layar hitamnya dapat menyatu dengan bodi dengan sangat baik.

      Tetapi kalau prioritas utama adalah harga terjangkau dan fungsi dasar, tidak perlu memaksakan harus AMOLED.

      Tips Memilih Smartwatch AMOLED

      Kalau sudah memutuskan mencari smartwatch AMOLED, jangan berhenti pada tulisan AMOLED di halaman produk.

      Periksa juga beberapa hal berikut.

      Resolusi layar

      Semakin baik resolusinya, tulisan dan ikon biasanya terlihat lebih halus.

      Kecerahan

      Penting kalau smartwatch sering digunakan di luar ruangan.

      Always-On Display

      Pastikan tersedia jika fitur ini memang dibutuhkan.

      Ukuran layar

      Layar besar belum tentu nyaman untuk semua pergelangan tangan.

      Respons sentuhan

      Layar yang bagus seharusnya juga didukung pengalaman navigasi yang nyaman.

      Baterai

      Cari tahu estimasi baterai dalam penggunaan normal, bukan hanya kapasitas baterainya.

      Aplikasi dan konektivitas

      Layar AMOLED tidak banyak membantu kalau smartwatch sering terputus dari smartphone.

      Jadi, Apakah AMOLED Wajib Ada di Smartwatch?

      Tidak.

      Tetapi kalau sudah pernah menggunakan smartwatch AMOLED yang bagus, memang cukup sulit untuk tidak menyukai tampilannya.

      Warna hitam yang pekat, kontras tinggi, dan watch face yang terlihat menyatu dengan layar memberikan pengalaman visual yang menarik.

      Namun kami tetap tidak menyarankan membeli smartwatch hanya karena satu fitur.

      Lihat perangkat secara keseluruhan.

      Layar bagus memang menyenangkan.

      Tetapi koneksi stabil, baterai sesuai kebutuhan, aplikasi yang nyaman, fitur yang benar-benar digunakan, dan kualitas perangkat tetap sama pentingnya.

      Kesimpulan

      AMOLED merupakan teknologi layar yang memungkinkan setiap piksel menghasilkan cahayanya sendiri. Pada smartwatch, teknologi ini memberikan beberapa keuntungan seperti warna hitam yang sangat pekat, kontras tinggi, tampilan menarik, serta dukungan Always-On Display pada banyak perangkat.

      Perbedaannya dengan layar TFT cukup mudah terlihat, terutama ketika menggunakan watch face berlatar belakang gelap.

      Namun AMOLED bukan jaminan sebuah smartwatch pasti bagus.

      Resolusi, kecerahan, baterai, sensor, aplikasi, konektivitas, kenyamanan, dan kualitas keseluruhan perangkat tetap perlu diperhatikan.

      Kalau tampilan menjadi prioritas, AMOLED memang salah satu fitur yang sangat menarik untuk dimiliki.

      Tetapi kalau kebutuhan kita sederhana, smartwatch dengan layar TFT yang bagus masih sangat layak digunakan.

      Jadi sebelum membeli smartwatch karena melihat tulisan AMOLED, jangan hanya bertanya:

      “Layarnya AMOLED atau bukan?”

      Tanyakan juga:

      “Selain layarnya, apakah smartwatch ini memang sesuai dengan kebutuhan saya?”

       

      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post