Apa Itu
AMOLED pada Smartwatch? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya
Kalau sedang mencari smartwatch, kemungkinan besar kita akan
menemukan satu kata yang cukup sering ditonjolkan:
AMOLED.
Bahkan pada smartwatch dengan harga yang semakin terjangkau, layar
AMOLED mulai menjadi salah satu fitur yang sering dipromosikan.
Tampilannya memang menarik.
Warna terlihat hidup, bagian hitam tampak benar-benar gelap, dan watch
face tertentu terlihat jauh lebih elegan.
Ketika pertama kali membandingkan smartwatch AMOLED dengan
smartwatch berlayar TFT biasa, perbedaannya biasanya cukup mudah terlihat.
Tetapi apakah AMOLED benar-benar membuat sebuah smartwatch otomatis
menjadi lebih bagus?
Belum tentu.
Ada beberapa hal yang sebaiknya dipahami sebelum menjadikan tulisan
“AMOLED” sebagai alasan utama membeli smartwatch.
Apa Itu Layar AMOLED?
AMOLED adalah
singkatan dari Active Matrix Organic Light Emitting Diode.
Namanya terdengar
cukup teknis, tetapi cara paling mudah memahaminya adalah dengan melihat
bagaimana layar menghasilkan cahaya.
Pada layar AMOLED,
setiap piksel dapat menghasilkan cahayanya sendiri.
Ketika layar perlu
menampilkan warna hitam, piksel tertentu dapat dimatikan.
Inilah salah satu
alasan warna hitam pada layar AMOLED terlihat sangat pekat.
Berbeda dengan
beberapa teknologi LCD yang menggunakan sumber cahaya di belakang panel untuk
menerangi layar.
Perbedaan cara kerja
tersebut menghasilkan karakter tampilan yang berbeda.
Dan pada smartwatch
yang layarnya relatif kecil, karakter AMOLED cukup menarik karena dapat membuat
tampilan jam terlihat lebih kontras.
Apa Bedanya
AMOLED dengan TFT pada Smartwatch?
TFT
sebenarnya merupakan teknologi yang sangat umum digunakan pada berbagai
perangkat elektronik, termasuk smartwatch.
Bukan
berarti TFT jelek.
Banyak
smartwatch dengan layar TFT masih mempunyai tampilan yang cukup bagus untuk
penggunaan sehari-hari.
Namun
ketika diletakkan berdampingan dengan AMOLED, biasanya ada beberapa perbedaan
yang mudah terlihat.
Warna Hitam
Ini yang paling jelas.
Pada AMOLED, area hitam dapat
terlihat benar-benar gelap karena pikselnya dapat dimatikan.
Pada beberapa layar TFT/LCD,
warna hitam masih dapat terlihat sedikit terang karena adanya backlight.
Ketika menggunakan watch
face dengan latar belakang hitam, AMOLED biasanya terlihat lebih menyatu
dengan bezel layar.
Hasilnya memang cukup elegan.
Kontras
Karena kemampuan menghasilkan
warna hitam yang sangat dalam, AMOLED mempunyai kontras yang tinggi.
Tulisan putih atau elemen
berwarna di atas latar belakang hitam terlihat menonjol.
Untuk sebuah jam tangan, karakter
seperti ini sangat cocok.
Kita hanya melihat layar beberapa
detik untuk membaca waktu atau notifikasi, sehingga informasi yang kontras
terasa nyaman.
Warna
Warna pada AMOLED biasanya terlihat
lebih hidup.
Ikon olahraga, grafik, foto pada watch
face, dan berbagai elemen antarmuka dapat terlihat menarik.
Namun perlu diingat bahwa kualitas
warna tidak hanya ditentukan oleh kata AMOLED.
Kualitas panel dan kalibrasi layar
juga mempunyai pengaruh.
Dua smartwatch yang sama-sama
menggunakan AMOLED belum tentu menghasilkan tampilan yang benar-benar sama.
Apakah AMOLED Lebih Jernih?
Ini pertanyaan
yang menarik.
Banyak orang
menganggap:
AMOLED =
layar pasti lebih tajam.
Padahal tidak
selalu demikian.
Ketajaman
gambar juga dipengaruhi oleh resolusi dan ukuran layar.
Misalnya dua
smartwatch sama-sama menggunakan AMOLED tetapi mempunyai resolusi berbeda.
Smartwatch dengan kepadatan piksel lebih tinggi dapat menampilkan tulisan dan
ikon dengan lebih halus.
Jadi ketika
memilih smartwatch, jangan hanya melihat jenis panel.
Perhatikan
juga resolusinya.
Pada layar
smartwatch yang kecil, perbedaannya bisa terasa terutama pada tulisan kecil,
angka, dan detail watch face.
Kelebihan AMOLED pada
Smartwatch
Setelah
menggunakan smartwatch dengan berbagai jenis layar, ada beberapa kelebihan
AMOLED yang memang terasa dalam penggunaan sehari-hari.
1. Tampilan Terlihat
Lebih Premium
Ini mungkin bukan istilah
teknis, tetapi cukup mudah dirasakan.
Smartwatch AMOLED sering
terlihat lebih mahal daripada harga sebenarnya.
Terutama ketika menggunakan watch
face berlatar hitam.
Bagian layar yang gelap
menyatu dengan bezel sehingga batas antara layar dan bodi jam tidak terlalu
terlihat.
Hasilnya bersih dan elegan.
Bagi orang yang menggunakan
smartwatch bukan hanya untuk olahraga tetapi juga sebagai bagian dari
penampilan, hal seperti ini cukup menarik.
2. Warna Hitam Lebih Pekat
Seperti yang
sudah dibahas sebelumnya, piksel AMOLED dapat dimatikan ketika menampilkan
warna hitam.
Efeknya sangat
terasa pada watch face.
Coba gunakan
tampilan dengan latar hitam dan angka putih sederhana.
Pada AMOLED yang
bagus, tampilannya bisa menyerupai angka yang muncul langsung dari permukaan
kaca.
Sederhana, tetapi
terlihat bagus.
3. Kontras Tinggi
Notifikasi, menu, angka,
dan ikon dapat terlihat jelas karena perbedaan antara bagian terang dan gelap
cukup kuat.
Hal ini membuat AMOLED
cocok untuk antarmuka smartwatch yang sebagian besar memang menggunakan elemen
sederhana.
Tidak perlu membuka gambar
atau video untuk merasakan keuntungannya.
Bahkan hanya dari tampilan
waktu, perbedaannya sudah dapat terlihat.
4. Mendukung
Always-On Display pada Banyak Model
Salah
satu fitur yang sering dipasangkan dengan AMOLED adalah Always-On Display
atau AOD.
Fitur
ini memungkinkan layar tetap menampilkan informasi tertentu ketika smartwatch
sedang tidak digunakan secara aktif.
Biasanya
hanya informasi sederhana seperti waktu atau tanggal.
Jadi
kita dapat melihat jam tanpa harus mengangkat tangan atau menyentuh layar
terlebih dahulu.
Untuk
sebuah jam tangan, fitur ini terasa natural.
Namun
tidak semua smartwatch AMOLED otomatis mempunyai AOD.
Tetap
periksa spesifikasi perangkat.
5. Bisa Lebih
Efisien pada Tampilan Gelap
Karena
piksel hitam dapat dimatikan, tampilan dengan banyak area hitam dapat
menggunakan energi lebih sedikit dibandingkan ketika layar menampilkan banyak
area terang.
Inilah
salah satu alasan watch face berlatar gelap cocok digunakan pada
smartwatch AMOLED.
Tetapi
jangan langsung menyimpulkan bahwa smartwatch AMOLED pasti mempunyai baterai
lebih awet.
Konsumsi
baterai smartwatch dipengaruhi banyak faktor lain seperti kapasitas baterai,
kecerahan, sensor, Bluetooth, GPS, AOD, dan optimasi perangkat lunak.
Kekurangan AMOLED pada
Smartwatch
AMOLED
memang menarik, tetapi bukan berarti tidak mempunyai kekurangan.
Ada
beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
1. Always-On
Display Bisa Membuat Baterai Lebih Cepat Habis
AOD
memang praktis.
Tetapi
layar yang terus menampilkan informasi tetap membutuhkan energi.
Ketika
AOD aktif, daya tahan baterai smartwatch biasanya dapat berkurang dibandingkan
ketika fitur tersebut dimatikan.
Seberapa
besar perbedaannya tergantung perangkat dan pengaturan yang digunakan.
Kalau
baterai menjadi prioritas utama, coba gunakan smartwatch beberapa hari dengan
AOD aktif dan beberapa hari tanpa AOD.
Dari
sana kita bisa menentukan mana yang lebih sesuai dengan kebiasaan penggunaan.
2. AMOLED Tidak
Menjamin Smartwatch Berkualitas
Ini
cukup penting.
Sekarang
tulisan AMOLED sering menjadi salah satu poin utama dalam pemasaran smartwatch.
Tetapi
kualitas smartwatch tidak hanya ditentukan oleh layarnya.
Bayangkan
smartwatch mempunyai layar yang sangat bagus, tetapi:
koneksi
Bluetooth sering putus,
aplikasinya
sulit digunakan,
sensor
kurang konsisten,
baterainya
tidak sesuai kebutuhan,
atau
bodinya terasa kurang nyaman.
Pengalaman
menggunakan smartwatch tetap tidak akan maksimal.
Jadi
AMOLED sebaiknya dianggap sebagai salah satu kelebihan, bukan
satu-satunya penentu kualitas.
3. Risiko Burn-In Tetap Ada
Panel OLED,
termasuk AMOLED, secara teknis dapat mengalami burn-in atau retensi
permanen jika elemen statis tertentu ditampilkan dalam waktu sangat lama.
Pada penggunaan
smartwatch normal, sistem biasanya sudah dirancang untuk membantu mengurangi
risikonya.
Namun tetap
masuk akal untuk tidak menggunakan tingkat kecerahan maksimal dan tampilan
statis secara terus-menerus jika memang tidak diperlukan.
Tidak perlu
terlalu takut dengan burn-in.
Cukup gunakan
perangkat secara wajar.
Apakah AMOLED
Lebih Terlihat di Bawah Sinar Matahari?
Tidak
bisa dijawab hanya dari jenis panelnya.
Keterbacaan
layar di luar ruangan sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerahan maksimum,
lapisan kaca, refleksi, dan pengaturan otomatis perangkat.
Ada
smartwatch AMOLED yang sangat nyaman dilihat di luar ruangan.
Ada
juga yang tetap terasa kurang terang ketika berada langsung di bawah matahari.
Karena
itu, kalau sering menggunakan smartwatch untuk aktivitas outdoor, jangan hanya
mencari tulisan AMOLED.
Perhatikan
juga informasi mengenai kecerahan layar jika tersedia.
Lebih
bagus lagi kalau dapat melihat pengujian atau mencoba perangkat secara
langsung.
AMOLED dan AOD Itu Berbeda
Ini juga
sering membuat pengguna baru bingung.
AMOLED
adalah teknologi layar.
Sedangkan:
AOD atau
Always-On Display adalah fitur.
Smartwatch
AMOLED dapat mendukung AOD, tetapi keberadaan AMOLED tidak otomatis berarti
fitur tersebut tersedia.
Sebaliknya,
cara AOD bekerja juga dapat berbeda pada setiap perangkat.
Ada yang
menampilkan watch face versi sederhana.
Ada yang hanya
menampilkan waktu.
Ada pula yang
memberikan beberapa pilihan tampilan AOD.
Jadi periksa
keduanya secara terpisah.
Apakah AMOLED
Membuat Baterai Lebih Awet?
Jawabannya
bisa iya, bisa juga tidak.
Pada
tampilan yang didominasi warna hitam, AMOLED mempunyai keuntungan karena piksel
gelap dapat dimatikan.
Namun
kalau kita mengaktifkan:
AOD
sepanjang hari,
kecerahan
tinggi,
raise to wake,
pemantauan
kesehatan terus-menerus,
GPS,
dan
banyak notifikasi,
baterai
tetap dapat berkurang dengan cepat.
Jadi
jangan membeli smartwatch AMOLED dengan anggapan baterainya pasti lebih awet.
Lebih
baik melihat hasil penggunaan perangkat secara keseluruhan.
Apakah
Smartwatch TFT Masih Layak Dibeli?
Tentu
saja.
Tidak
semua orang membutuhkan AMOLED.
Kalau
smartwatch digunakan untuk melihat waktu, menerima notifikasi, menghitung
langkah, dan olahraga ringan, layar TFT yang baik masih sangat memadai.
Bahkan
pada kelas harga tertentu, kami lebih memilih smartwatch TFT dengan koneksi
stabil dan baterai bagus daripada smartwatch AMOLED yang hanya unggul di layar
tetapi mempunyai banyak kekurangan pada bagian lain.
Pada
akhirnya, layar adalah salah satu bagian dari smartwatch.
Bukan
keseluruhan pengalaman.
AMOLED Cocok untuk Siapa?
Menurut kami,
AMOLED layak diprioritaskan kalau tampilan merupakan salah satu hal penting
ketika memilih smartwatch.
Misalnya kita:
sering
menggunakan smartwatch sebagai jam utama,
suka mengganti watch
face,
menginginkan
tampilan yang terlihat premium,
sering membaca
notifikasi dari jam,
atau menyukai
fitur Always-On Display.
AMOLED juga
menarik untuk smartwatch dengan desain elegan karena layar hitamnya dapat
menyatu dengan bodi dengan sangat baik.
Tetapi kalau
prioritas utama adalah harga terjangkau dan fungsi dasar, tidak perlu
memaksakan harus AMOLED.
Tips Memilih Smartwatch
AMOLED
Kalau
sudah memutuskan mencari smartwatch AMOLED, jangan berhenti pada tulisan AMOLED
di halaman produk.
Periksa
juga beberapa hal berikut.
Resolusi
layar
Semakin
baik resolusinya, tulisan dan ikon biasanya terlihat lebih halus.
Kecerahan
Penting
kalau smartwatch sering digunakan di luar ruangan.
Always-On
Display
Pastikan
tersedia jika fitur ini memang dibutuhkan.
Ukuran
layar
Layar
besar belum tentu nyaman untuk semua pergelangan tangan.
Respons
sentuhan
Layar yang
bagus seharusnya juga didukung pengalaman navigasi yang nyaman.
Baterai
Cari tahu
estimasi baterai dalam penggunaan normal, bukan hanya kapasitas baterainya.
Aplikasi
dan konektivitas
Layar
AMOLED tidak banyak membantu kalau smartwatch sering terputus dari smartphone.
Jadi, Apakah
AMOLED Wajib Ada di Smartwatch?
Tidak.
Tetapi
kalau sudah pernah menggunakan smartwatch AMOLED yang bagus, memang cukup sulit
untuk tidak menyukai tampilannya.
Warna
hitam yang pekat, kontras tinggi, dan watch face yang terlihat menyatu
dengan layar memberikan pengalaman visual yang menarik.
Namun
kami tetap tidak menyarankan membeli smartwatch hanya karena satu fitur.
Lihat
perangkat secara keseluruhan.
Layar
bagus memang menyenangkan.
Tetapi
koneksi stabil, baterai sesuai kebutuhan, aplikasi yang nyaman, fitur yang
benar-benar digunakan, dan kualitas perangkat tetap sama pentingnya.
Kesimpulan
AMOLED merupakan teknologi
layar yang memungkinkan setiap piksel menghasilkan cahayanya sendiri. Pada
smartwatch, teknologi ini memberikan beberapa keuntungan seperti warna hitam
yang sangat pekat, kontras tinggi, tampilan menarik, serta dukungan Always-On
Display pada banyak perangkat.
Perbedaannya dengan layar TFT
cukup mudah terlihat, terutama ketika menggunakan watch face berlatar
belakang gelap.
Namun AMOLED bukan jaminan
sebuah smartwatch pasti bagus.
Resolusi, kecerahan, baterai,
sensor, aplikasi, konektivitas, kenyamanan, dan kualitas keseluruhan perangkat
tetap perlu diperhatikan.
Kalau tampilan menjadi
prioritas, AMOLED memang salah satu fitur yang sangat menarik untuk
dimiliki.
Tetapi kalau kebutuhan kita
sederhana, smartwatch dengan layar TFT yang bagus masih sangat layak digunakan.
Jadi sebelum membeli
smartwatch karena melihat tulisan AMOLED, jangan hanya bertanya:
“Layarnya AMOLED atau
bukan?”
Tanyakan juga:
“Selain layarnya, apakah
smartwatch ini memang sesuai dengan kebutuhan saya?”

0 Komentar