Smartwatch
untuk Pemakaian Sehari-hari: Fitur Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan?
Kalau melihat spesifikasi smartwatch sekarang, rasanya hampir semua
hal bisa dilakukan dari pergelangan tangan.
Ada smartwatch dengan lebih dari seratus mode olahraga.
Ada yang menawarkan berbagai sensor kesehatan.
Ada Bluetooth Calling, voice assistant, GPS, Always-On Display,
kalkulator, cuaca, kontrol musik, sampai ratusan pilihan watch face.
Semakin panjang daftar fiturnya, semakin menarik produknya terlihat.
Tetapi setelah smartwatch benar-benar digunakan setiap hari,
biasanya ada satu hal yang mulai terasa:
ternyata tidak semua fitur itu kita gunakan.
Beberapa fitur mungkin hanya dibuka sekali ketika smartwatch masih
baru.
Setelah rasa penasaran hilang, yang digunakan setiap hari justru
fitur-fitur sederhana.
Lalu kalau tujuan kita hanya mencari smartwatch untuk menemani
aktivitas sehari-hari, sebenarnya fitur apa yang benar-benar dibutuhkan?
Jawabannya tentu berbeda untuk setiap orang.
Namun ada beberapa fungsi yang menurut saya jauh lebih penting untuk
diperhatikan daripada sekadar mengejar smartwatch dengan daftar fitur paling
panjang.
Mulai dari Fungsi
Sebuah Smartwatch
Sebelum
membahas fitur, ada baiknya melihat smartwatch sebagai sebuah perangkat
pendamping.
Smartwatch
tidak harus menggantikan smartphone.
Justru
menurut saya fungsi yang paling masuk akal adalah membuat beberapa aktivitas
sederhana menjadi lebih praktis.
Misalnya
ketika ada pesan masuk.
Daripada
mengambil HP hanya untuk mengetahui siapa yang mengirim pesan, kita cukup
melihat pergelangan tangan.
Ketika
ingin memasang timer lima menit, tidak perlu membuka smartphone.
Saat
ingin mengetahui jumlah aktivitas hari itu, datanya sudah tersedia di jam.
Hal-hal
kecil seperti inilah yang membuat smartwatch terasa berguna.
Bukan
karena smartwatch bisa melakukan semuanya.
1. Notifikasi
Menjadi Salah Satu Fitur Paling Berguna
Kalau
harus memilih salah satu fitur smartwatch yang paling relevan untuk penggunaan
sehari-hari, notifikasi pasti masuk daftar teratas.
WhatsApp
masuk.
Smartwatch
bergetar.
Kita
melihat sekilas.
Kalau
pesannya penting, baru mengambil HP.
Kalau
ternyata hanya pesan grup yang tidak perlu segera dibalas, kita bisa
melanjutkan aktivitas.
Sederhana,
tetapi cukup membantu.
Terutama
ketika sedang bekerja, berada dalam pertemuan, atau melakukan aktivitas yang
membuat kita tidak ingin terus-menerus membuka smartphone.
Karena
itu, sebelum membeli smartwatch, saya justru akan memperhatikan bagaimana
notifikasi ditampilkan, bukan hanya apakah perangkat tersebut mendukung
notifikasi.
2. Tampilan Pesan Harus
Mudah Dibaca
Dua
smartwatch sama-sama bisa menerima WhatsApp belum tentu memberikan pengalaman
yang sama.
Ada
smartwatch yang hanya menampilkan sedikit bagian pesan.
Ada
yang dapat menampilkan teks lebih panjang.
Ukuran
layar juga berpengaruh.
Kalau
tujuan utamanya membaca notifikasi, layar yang terlalu kecil mungkin kurang
nyaman.
Di
sinilah ukuran layar yang cukup luas terasa berguna.
Bukan
supaya smartwatch terlihat lebih mahal, tetapi supaya informasi mudah dibaca.
3. Getaran yang
Jelas Lebih Penting daripada Kelihatannya
Notifikasi
smartwatch sebenarnya bergantung pada satu hal kecil:
motor getar.
Kalau
getarannya terlalu lemah, kita mungkin tidak menyadari ada pesan masuk.
Sebaliknya,
getaran yang terlalu keras juga bisa terasa mengganggu.
Smartwatch
yang menyediakan pilihan intensitas getaran mempunyai keuntungan tersendiri.
Kita
bisa menyesuaikannya dengan kenyamanan.
Ini
salah satu fitur yang jarang menjadi headline pada poster produk, tetapi justru
terasa dalam penggunaan sehari-hari.
4. Raise to Wake
Membuat Penggunaan Lebih Natural
Raise
to Wake membuat layar smartwatch menyala ketika pergelangan tangan diangkat.
Tidak
perlu menekan tombol.
Tidak
perlu menyentuh layar.
Kita
cukup mengangkat tangan seperti melihat jam biasa.
Menurut
saya, ini termasuk fitur sederhana yang membuat smartwatch terasa lebih nyaman.
Namun
responsnya juga penting.
Kalau
terlalu sensitif, layar sering menyala tanpa diperlukan.
Kalau
kurang sensitif, kita harus mengangkat tangan beberapa kali.
Jadi
bukan hanya keberadaan fiturnya yang penting, tetapi bagaimana fitur tersebut
bekerja.
5. Always-On
Display Tidak Wajib untuk Semua Orang
Always-On
Display atau AOD membuat informasi tertentu tetap terlihat meskipun layar utama
tidak sedang aktif.
Pada
smartwatch AMOLED, fitur ini cukup menarik.
Jam
terlihat lebih seperti jam tangan biasa karena layar tidak sepenuhnya hitam.
Tetapi
apakah AOD wajib?
Menurut
saya tidak.
Kalau
Raise to Wake sudah bekerja dengan baik, banyak pengguna mungkin sudah merasa
cukup.
AOD
juga menggunakan tambahan daya baterai.
Jadi
ini lebih tepat disebut fitur kenyamanan, bukan fitur yang harus ada
pada setiap smartwatch.
6. Penghitung
Langkah Masih Sangat Relevan
Fitur
pedometer sudah ada sejak lama.
Tidak
terdengar secanggih GPS atau sensor kesehatan terbaru.
Tetapi
justru penghitung langkah termasuk fitur yang mudah dipahami dan digunakan.
Kita
bisa melihat apakah hari itu banyak bergerak atau justru terlalu lama duduk.
Angkanya
tidak perlu dijadikan sesuatu yang membuat stres.
Lebih
baik digunakan untuk melihat pola aktivitas.
Hari
kerja mungkin hanya 4.000 langkah.
Saat
akhir pekan bisa mencapai 8.000.
Dari
situ smartwatch mulai memberikan gambaran mengenai kebiasaan kita sendiri.
7. Pengingat untuk
Bergerak Bisa Berguna
Kalau
pekerjaan membuat kita duduk berjam-jam, fitur sedentary reminder atau
pengingat bergerak cukup menarik.
Smartwatch
akan memberikan peringatan setelah kita terlalu lama tidak aktif, tergantung
pengaturan perangkat.
Peringatannya
sederhana.
Berdiri
sebentar.
Berjalan.
Menggerakkan
tubuh.
Fitur
seperti ini mungkin tidak terdengar spektakuler ketika membaca spesifikasi.
Tetapi
untuk penggunaan sehari-hari, justru cukup masuk akal.
8. Sensor Detak
Jantung Sudah Menjadi Fitur Dasar yang Berguna
Sensor
heart rate sekarang ditemukan pada banyak smartwatch.
Untuk
penggunaan kebugaran, data detak jantung dapat membantu memberikan gambaran
respons tubuh terhadap aktivitas.
Saat
berjalan santai, angkanya berbeda.
Ketika
olahraga, biasanya meningkat.
Namun
tetap penting memahami batasannya.
Smartwatch
konsumen bukan otomatis alat diagnosis medis.
Saya
lebih melihat data detak jantung sebagai informasi pendukung aktivitas dan
kebugaran, kecuali perangkat memang mempunyai fungsi medis tertentu dengan
validasi yang sesuai.
9. Apakah SpO2 Wajib?
Sensor SpO2 juga
semakin umum.
Menarik untuk dimiliki,
tetapi untuk penggunaan smartwatch sehari-hari saya tidak menjadikannya alasan
utama membeli.
Kalau tersedia, tentu
menjadi tambahan fitur.
Namun saya tidak akan
memilih smartwatch hanya karena ada SpO2 sementara bagian yang lebih sering
digunakan justru kurang nyaman.
Misalnya aplikasi buruk
atau baterai terlalu pendek.
Prioritas tetap harus
disesuaikan dengan kebutuhan.
10. Sleep
Tracking Berguna Kalau Smartwatch Nyaman Dipakai Tidur
Fitur
pemantauan tidur terdengar menarik.
Kita
bisa melihat estimasi:
durasi
tidur,
waktu
tidur,
waktu
bangun,
dan
informasi lain tergantung perangkat.
Tetapi
ada satu syarat sederhana.
Smartwatch
harus nyaman dipakai saat tidur.
Kalau
casing terlalu besar atau strap membuat gerah, akhirnya jam dilepas sebelum
tidur.
Fitur
sleep tracking sebagus apa pun menjadi tidak terpakai.
Karena
itu kenyamanan fisik kadang lebih penting daripada jumlah sensor.
11. Alarm di
Pergelangan Tangan Sangat Praktis
Alarm
mungkin terdengar terlalu sederhana untuk dibahas.
Tetapi
saya justru menyukai konsep alarm smartwatch.
Daripada
smartphone berbunyi keras, smartwatch dapat memberikan getaran di pergelangan
tangan pada perangkat yang mendukungnya.
Untuk
pengingat tertentu, cara seperti ini terasa lebih personal.
Alarm
juga berguna untuk:
bangun
tidur,
mengingat
jadwal,
atau
memberi pengingat aktivitas.
Fitur
sederhana, tetapi sangat mudah digunakan.
12. Timer Lebih
Berguna daripada yang Dibayangkan
Timer
termasuk menu yang mungkin terlihat biasa saja.
Tetapi
kegunaannya banyak.
Memasak.
Olahraga.
Belajar.
Istirahat.
Mengatur
durasi pekerjaan.
Karena
smartwatch selalu berada di pergelangan tangan, memasang timer terasa cepat.
Tidak
perlu mencari smartphone.
Untuk
penggunaan sehari-hari, fitur sederhana seperti ini justru mempunyai nilai
nyata.
13. Stopwatch Juga
Tidak Boleh Diremehkan
Hal
yang sama berlaku untuk stopwatch.
Tidak
membutuhkan koneksi internet.
Tidak
membutuhkan GPS.
Tidak
membutuhkan smartphone.
Tinggal
buka menu dan mulai.
Untuk
olahraga sederhana atau mengukur durasi suatu aktivitas, stopwatch sudah sangat
cukup.
Kadang
fitur paling sederhana justru menjadi fitur yang paling sering digunakan.
14. Bluetooth
Calling Berguna untuk Pengguna Tertentu
Bluetooth
Calling menjadi salah satu fitur favorit di smartwatch terjangkau.
Dengan
speaker dan mikrofon di jam, panggilan dari smartphone dapat dijawab melalui
smartwatch selama koneksinya mendukung.
Apakah
wajib?
Tidak.
Kalau
hampir tidak pernah menelepon, fitur ini mungkin jarang digunakan.
Tetapi
bagi orang yang cukup sering menerima panggilan, Bluetooth Calling bisa terasa
sangat praktis.
Terutama
ketika HP berada di dalam tas atau tidak mudah dijangkau.
15. Speaker Tidak
Hanya untuk Menelepon
Keberadaan
speaker juga bisa digunakan untuk fungsi lain tergantung smartwatch.
Misalnya:
alarm,
suara
sistem,
voice
assistant,
atau
media tertentu.
Namun
kemampuan setiap smartwatch berbeda.
Karena
itu jangan menganggap smartwatch dengan speaker otomatis dapat memutar semua
jenis audio.
Periksa
fungsi yang benar-benar didukung.
16. Kontrol
Musik Sangat Cocok untuk Aktivitas Harian
Fitur
ini termasuk yang sederhana tetapi menyenangkan.
Smartphone
sedang memutar musik.
Kemudian
kita ingin mengganti lagu.
Tidak
perlu membuka HP.
Cukup
tekan tombol next pada smartwatch.
Kita
juga bisa melakukan play atau pause dari pergelangan tangan.
Saat
olahraga atau sedang melakukan pekerjaan lain, fitur seperti ini terasa cukup
praktis.
17. Find Phone
Bisa Menyelamatkan Beberapa Menit
HP
hilang.
Panik
sebentar.
Ternyata
hanya terselip di sofa.
Kondisi
seperti ini mungkin pernah dialami banyak orang.
Fitur
Find Phone memungkinkan smartwatch meminta smartphone yang terhubung untuk
mengeluarkan suara atau respons tertentu.
Syaratnya
tentu koneksi antara keduanya masih tersedia.
Fitur
ini terlihat kecil.
Tetapi
ketika dibutuhkan, sangat membantu.
18. Informasi Cuaca Cukup
Berguna
Melihat
perkiraan cuaca dari pergelangan tangan juga terasa praktis.
Terutama
sebelum keluar rumah.
Namun data
cuaca smartwatch biasanya membutuhkan sinkronisasi melalui smartphone atau
koneksi jaringan yang didukung perangkat.
Jadi kalau
informasi cuaca tidak berubah, jangan langsung menganggap sensornya rusak.
Smartwatch
bukan mengukur cuaca sendiri.
Data
biasanya berasal dari layanan cuaca.
19. Kalender
Berguna untuk Melihat Tanggal dengan Cepat
Tidak
semua orang membutuhkan kalender lengkap di smartwatch.
Tetapi
kemampuan melihat tanggal dan kalender sederhana tetap berguna.
Apalagi
ketika ingin memastikan tanggal tanpa membuka smartphone.
Pada
smartwatch dengan sistem lebih lengkap, integrasi kalender dapat jauh lebih
canggih.
Namun
untuk penggunaan biasa, kalender sederhana pun sudah cukup.
20. Kalkulator Ternyata
Bisa Berguna
Awalnya
kalkulator pada smartwatch terasa seperti fitur tambahan saja.
Tetapi
dalam kondisi tertentu ternyata praktis.
Menghitung
cepat.
Membagi
tagihan.
Menghitung
diskon.
Tidak
perlu mengambil smartphone.
Memang
layarnya kecil.
Tetapi
untuk perhitungan sederhana, sudah cukup.
21. Watch Face Bukan
Sekadar Hiasan
Watch
face mempunyai fungsi yang lebih besar daripada sekadar mengubah tampilan.
Watch
face yang baik dapat menampilkan informasi yang kita butuhkan secara langsung.
Misalnya:
jam,
tanggal,
langkah,
baterai,
dan detak
jantung.
Tanpa
harus masuk ke menu.
Karena
itu saya lebih memilih watch face yang mudah dibaca daripada tampilan yang
terlalu penuh informasi.
22. Custom Watch
Face Menjadi Nilai Tambah
Beberapa
smartwatch memungkinkan kita menggunakan foto sendiri sebagai latar watch face.
Ini
bukan fitur penting.
Tetapi
cukup menyenangkan.
Foto
keluarga.
Hewan
peliharaan.
Pemandangan.
Atau
desain sederhana.
Smartwatch
menjadi terasa lebih personal.
Untuk
penggunaan harian, aspek seperti ini juga bisa membuat kita lebih betah memakai
perangkat.
23. Mode Jangan Ganggu
Sangat Penting
Smartwatch
yang terus bergetar bisa menjadi mengganggu.
Terutama
ketika sedang:
tidur,
rapat,
belajar,
atau
membutuhkan konsentrasi.
Karena
itu fitur Do Not Disturb atau DND menurut saya cukup penting.
Lebih
bagus lagi kalau jadwalnya dapat diatur otomatis.
Misalnya
setiap pukul 22.00 sampai 06.00.
Setelah
diatur sekali, kita tidak perlu mematikannya secara manual setiap malam.
24. Brightness Harus Mudah
Diatur
Layar
smartwatch digunakan dalam berbagai kondisi.
Di dalam
ruangan.
Di luar
ruangan.
Siang.
Malam.
Brightness
yang nyaman tentu berbeda.
Smartwatch
dengan pengaturan brightness yang mudah diakses akan lebih nyaman digunakan.
Kalau
mempunyai auto brightness, itu menjadi nilai tambah.
Tetapi
pengaturan manual pun sudah cukup selama rentang kecerahannya memadai.
25. Baterai
Justru Salah Satu “Fitur” Terpenting
Baterai
mungkin tidak terdengar seperti fitur.
Tetapi
daya tahan sangat memengaruhi pengalaman.
Smartwatch
dengan banyak fungsi tetapi harus terlalu sering di-charge bisa terasa
merepotkan.
Untuk
penggunaan sehari-hari, saya lebih menyukai keseimbangan.
Fitur
yang cukup.
Layar
nyaman.
Dan
baterai yang tidak membuat kita terus memikirkan charger.
Daya
tahan ideal setiap orang berbeda.
Yang
penting sesuai pola penggunaan.
26. Charging yang
Praktis Juga Penting
Kalau
smartwatch digunakan setiap hari, proses charging akan dilakukan berulang kali.
Karena
itu charger yang mudah dipasang cukup membantu.
Magnetic
charger biasanya praktis.
Tinggal
dekatkan dan perangkat menempel.
Tetapi
ada hal lain yang perlu diperhatikan:
jangan
sampai charger terlalu mudah terlepas sehingga kita mengira jam sedang mengisi
padahal ternyata tidak.
Desain
sederhana seperti ini bisa memengaruhi pengalaman penggunaan.
27. Koneksi yang
Stabil Lebih Penting daripada Banyak Fitur
Smartwatch
mempunyai 150 fitur.
Tetapi
setiap hari Bluetooth putus sendiri.
Notifikasi
tidak masuk.
Aplikasi
harus dibuka berulang kali.
Pengalaman
seperti itu tentu menjengkelkan.
Karena
itu saya lebih memilih smartwatch dengan koneksi yang stabil daripada perangkat
yang sekadar mempunyai daftar fitur panjang.
Fungsi
dasar harus bekerja terlebih dahulu.
Baru
fitur tambahan menjadi menarik.
28. Aplikasi
Pendamping Jangan Dilupakan
Sebagian
besar smartwatch membutuhkan aplikasi smartphone.
Di
sinilah kita melihat:
data
aktivitas,
riwayat
tidur,
pengaturan
sensor,
notifikasi,
dan
watch face.
Aplikasi
yang sederhana tetapi stabil jauh lebih nyaman daripada aplikasi yang penuh
menu tetapi membingungkan.
Sebelum
membeli smartwatch, tidak ada salahnya mencari tahu aplikasi yang digunakan.
29. Strap yang Nyaman
Sangat Menentukan
Smartwatch
bisa mempunyai teknologi hebat.
Tetapi
kalau strap membuat kulit tidak nyaman setelah beberapa jam, kita mungkin malas
menggunakannya.
Untuk
pemakaian sehari-hari, kenyamanan sangat penting.
Strap
silikon praktis.
Nylon
ringan.
Kulit
lebih formal.
Metal
memberikan tampilan berbeda.
Tidak
ada yang paling baik untuk semua orang.
Pilih
berdasarkan aktivitas dan kenyamanan.
30. Ukuran Jangan Sampai
Mengganggu
Tren
smartwatch sekarang cenderung menggunakan layar besar.
Memang
menarik.
Tulisan
mudah dibaca.
Menu
terlihat luas.
Tetapi
jangan lupa smartwatch berada di pergelangan tangan sepanjang hari.
Kalau
terlalu besar atau berat, kenyamanannya bisa berkurang.
Terutama
ketika tidur.
Jadi
jangan membeli layar paling besar hanya karena terlihat lebih keren.
Sesuaikan
dengan ukuran pergelangan tangan.
Lalu Bagaimana dengan GPS?
GPS penting
untuk pengguna tertentu.
Kalau sering:
lari,
bersepeda,
hiking,
atau melakukan
olahraga outdoor,
built-in GPS
bisa sangat berguna.
Tetapi untuk
pengguna yang hanya memakai smartwatch untuk aktivitas harian dan selalu
membawa HP, GPS bawaan belum tentu menjadi prioritas.
Jangan merasa
smartwatch tanpa GPS otomatis buruk.
Semuanya
kembali ke kebutuhan.
Bagaimana dengan
Ratusan Mode Olahraga?
Saya
melihatnya sebagai fitur tambahan.
Kalau
smartwatch mempunyai 120 mode olahraga, bagus.
Tetapi
kalau kita hanya menggunakan tiga mode, sisanya tidak memberikan banyak
pengaruh.
Yang
lebih penting adalah mode olahraga yang memang kita butuhkan tersedia dan
datanya mudah dipahami.
Jumlah
bukan segalanya.
Apakah Voice Assistant
Penting?
Untuk
pengguna yang terbiasa menggunakan asisten suara, fitur ini bisa sangat
berguna.
Kita dapat
memberikan perintah tanpa menyentuh smartphone.
Tetapi
bagi pengguna yang hampir tidak pernah menggunakan voice assistant, fitur
tersebut bisa saja terlupakan setelah beberapa hari.
Jadi saya
tidak menjadikannya fitur wajib.
Smartwatch Tidak
Harus Menggantikan Smartphone
Menurut
saya, ini cara paling tepat melihat smartwatch.
Kita
tidak perlu memaksa semua aktivitas dilakukan dari layar kecil di pergelangan
tangan.
Mengetik
panjang?
Lebih
nyaman di smartphone.
Menonton
video?
Smartphone
jelas lebih masuk akal.
Membaca
dokumen?
Begitu
juga.
Smartwatch
unggul ketika memberikan informasi cepat dan kontrol sederhana.
Itulah
kekuatannya.
Fitur yang
Menurut Saya Paling Penting untuk Penggunaan Harian
Kalau
harus menyederhanakannya, saya akan mencari smartwatch dengan:
layar yang nyaman dibaca,
notifikasi yang bekerja baik,
Raise to Wake,
penghitung aktivitas,
sensor detak jantung,
alarm dan timer,
kontrol musik,
Find Phone,
mode DND,
baterai yang memadai,
dan
koneksi aplikasi yang stabil.
Bluetooth
Calling, AMOLED, GPS, SpO2, voice assistant, dan fitur lainnya menjadi tambahan
sesuai kebutuhan.
Jangan Membayar
Fitur yang Tidak Akan Digunakan
Ini
berlaku bukan hanya untuk smartwatch.
Kita
sering tergoda membeli produk dengan spesifikasi paling tinggi karena takut
menyesal.
Padahal
setelah digunakan, sebagian besar kemampuan tersebut tidak pernah disentuh.
Lebih
baik menentukan kebutuhan terlebih dahulu.
Kemudian
mencari smartwatch yang memenuhi kebutuhan tersebut dengan baik.
Kalau
ada fitur tambahan, anggap sebagai bonus.
Smartwatch yang
Sederhana Bisa Jadi Pilihan Terbaik
Tidak
semua orang membutuhkan smartwatch premium.
Untuk
pengguna yang hanya ingin:
melihat
waktu,
menerima
notifikasi,
menghitung
langkah,
melihat
aktivitas,
mengatur
alarm,
dan
mengontrol musik,
smartwatch
sederhana bisa sudah sangat mencukupi.
Yang
penting pengalaman penggunaannya baik.
Karena
perangkat yang digunakan setiap hari seharusnya membuat hidup sedikit lebih
praktis, bukan justru menambah kerumitan.
Kesimpulan
Smartwatch untuk penggunaan
sehari-hari tidak harus mempunyai fitur sebanyak mungkin.
Justru fitur yang paling
berguna sering kali merupakan fitur yang sederhana.
Notifikasi.
Raise to Wake.
Langkah.
Alarm.
Timer.
Kontrol musik.
Find Phone.
DND.
Dan tentu saja baterai yang
cukup untuk menemani aktivitas.
Fitur seperti Bluetooth
Calling, AMOLED, GPS, SpO2, voice assistant, atau ratusan mode olahraga tetap
menarik.
Tetapi tingkat kepentingannya
berbeda untuk setiap orang.
Karena itu, ketika memilih
smartwatch, jangan hanya menghitung berapa banyak fitur yang tercantum di
halaman produk.
Pikirkan satu hal yang lebih
sederhana:
“Fitur mana yang
benar-benar akan saya gunakan setiap hari?”
Kalau sebuah smartwatch mampu
menjalankan fitur-fitur tersebut dengan nyaman dan konsisten, menurut saya
perangkat itu sudah melakukan tugasnya dengan baik.
Karena smartwatch yang paling
berguna bukan smartwatch yang bisa melakukan semuanya.
Melainkan smartwatch yang melakukan hal-hal yang kita butuhkan tanpa membuat penggunaannya terasa merepotkan.

0 Komentar