GUM0GfM5TSr5GUYiBUd7TUCpTA==
0
    0
      Breaking News

      Apakah Smartwatch Harus Selalu Terhubung ke HP? Ini Jawabannya

      Apakah smartwatch harus selalu terhubung ke HP? Ketahui fitur yang tetap bisa digunakan tanpa smartphone, fungsi Bluetooth, GPS, notifikasi, olahraga,

       


      Apakah Smartwatch Harus Selalu Terhubung ke HP?
      Ini yang Tetap Bisa Dilakukan Tanpa Smartphone

      Ketika pertama kali memakai smartwatch, saya dulu juga sempat berpikir bahwa jam ini akan kehilangan hampir semua fungsinya begitu Bluetooth di HP dimatikan.

      Ternyata tidak sesederhana itu.

      Smartwatch memang akan terasa jauh lebih lengkap ketika terhubung dengan smartphone. Notifikasi bisa masuk, data tersinkron ke aplikasi, cuaca diperbarui, dan pada model tertentu kita dapat menerima panggilan dari pergelangan tangan.

      Tetapi saat koneksi Bluetooth terputus, smartwatch tidak serta-merta berubah menjadi jam digital biasa.

      Banyak fungsi tetap dapat berjalan sendiri. Hanya saja, kemampuan persisnya sangat bergantung pada model smartwatch yang digunakan.

      Karena itu, kalau Anda sedang mempertimbangkan membeli smartwatch tetapi tidak ingin HP harus selalu berada di dekat Anda, berikut hal-hal yang perlu dipahami.

      Smartwatch dan HP Sebenarnya Punya Tugas yang Berbeda

      Smartwatch mempunyai perangkat keras dan sistemnya sendiri. Di dalamnya terdapat layar, baterai, sensor gerak, penyimpanan tertentu, dan pada model tertentu juga GPS, speaker, mikrofon, bahkan koneksi seluler.

      Smartphone lebih banyak berperan sebagai pasangan yang memperluas kemampuan jam: mengatur perangkat melalui aplikasi, meneruskan notifikasi, menyimpan riwayat data, memperbarui firmware, serta menyediakan koneksi internet untuk fitur tertentu.

      Jadi hubungan keduanya lebih tepat disebut saling melengkapi, bukan berarti smartwatch selalu sepenuhnya bergantung pada HP.

      Apa yang Terjadi Kalau Bluetooth HP Dimatikan?

      Hal pertama yang biasanya terasa adalah notifikasi dari smartphone berhenti masuk ke jam.

      Kalau smartwatch menggunakan Bluetooth Calling melalui HP, fungsi panggilan tersebut juga akan terputus. Sinkronisasi data ke aplikasi biasanya berhenti sementara sampai koneksi kembali tersedia.

      Tetapi waktu tetap berjalan. Alarm tetap dapat berbunyi. Stopwatch dan timer masih dapat digunakan. Penghitungan langkah dan sejumlah aktivitas olahraga juga umumnya tetap bekerja.

      Setelah smartwatch kembali tersambung, data yang sempat disimpan oleh perangkat dapat disinkronkan kembali pada banyak model.

      1. Melihat Waktu Tetap Bisa Tanpa HP

      Fungsi paling dasar tentu saja tetap ada: melihat waktu.

      Smartwatch tidak membutuhkan koneksi Bluetooth setiap detik hanya untuk menunjukkan jam dan tanggal. Setelah pengaturan awal dilakukan, perangkat mempunyai sistem waktu sendiri.

      Karena itu, meninggalkan smartphone sebentar tidak membuat smartwatch berhenti menjadi jam tangan.

      2. Menghitung Langkah Biasanya Tetap Berjalan

      Penghitungan langkah menggunakan sensor gerak yang berada di smartwatch.

      Artinya, ketika berjalan tanpa membawa HP, smartwatch pada umumnya masih dapat mencatat langkah. Data tersebut kemudian dapat disinkronkan ke aplikasi setelah perangkat tersambung kembali.

      Namun angka langkah tetap merupakan hasil estimasi algoritma dan sensor, sehingga tidak sebaiknya dianggap sebagai pengukuran laboratorium.

      3. Mode Olahraga Bisa Digunakan Tanpa HP

      Untuk olahraga sederhana seperti jalan kaki, treadmill, latihan bebas, atau aktivitas lain yang tidak membutuhkan koneksi internet, banyak smartwatch dapat merekam aktivitas langsung dari jam.

      Ini salah satu alasan saya suka memakai smartwatch ketika olahraga. Kita tidak perlu terus membuka HP hanya untuk melihat durasi, detak jantung, atau informasi latihan yang tersedia.

      Yang perlu diperhatikan adalah GPS. Kalau smartwatch tidak mempunyai built-in GPS dan hanya mengandalkan connected GPS dari smartphone, pencatatan rute dapat membutuhkan HP tetap berada di dekat kita.

      4. Built-in GPS Membuat Smartwatch Lebih Mandiri

      Perbedaan built-in GPS dan connected GPS cukup penting.

      Smartwatch dengan built-in GPS dapat memperoleh data lokasi menggunakan sistem navigasi yang tersedia pada perangkat tanpa harus menggunakan GPS smartphone untuk merekam rute.

      Jadi ketika ingin jogging tanpa membawa HP, smartwatch dengan GPS bawaan jauh lebih menarik.

      Sebaliknya, smartwatch yang hanya menggunakan connected GPS membutuhkan smartphone untuk memperoleh informasi lokasi selama aktivitas tertentu.

      Karena itu, jangan hanya melihat tulisan GPS pada halaman produk. Cari tahu apakah GPS tersebut benar-benar berada di dalam jam.

      5. Sensor Kesehatan Umumnya Tetap Dapat Digunakan

      Sensor yang berada langsung pada smartwatch biasanya tetap dapat melakukan pengukuran tanpa koneksi Bluetooth.

      Contohnya dapat mencakup detak jantung, SpO2, tidur, atau fungsi kebugaran lain tergantung kemampuan perangkat.

      Hasilnya dapat ditampilkan di smartwatch dan kemudian disinkronkan ke aplikasi.

      Namun perlu diingat, fitur kesehatan pada smartwatch konsumen pada umumnya ditujukan untuk pemantauan kebugaran. Jangan menggunakannya sebagai pengganti diagnosis atau alat medis kecuali perangkat tersebut memang memiliki fungsi medis yang telah memperoleh persetujuan yang relevan.

      6. Alarm, Stopwatch, Timer, dan Kalkulator Tidak Butuh HP

      Fitur-fitur kecil seperti ini justru termasuk yang paling sering saya gunakan.

      Memasang timer ketika memasak, stopwatch ketika berolahraga, alarm, kalkulator sederhana, atau melihat kalender biasanya dapat dilakukan langsung dari smartwatch.

      Kelihatannya sepele, tetapi fungsi seperti ini membuat smartwatch tetap berguna meskipun smartphone sedang tidak berada di tangan.

      7. Musik: Tergantung Jenis Fitur Smartwatch

      Bagian musik sering membuat pengguna baru salah paham.

      Fitur kontrol musik biasanya hanya berfungsi sebagai remote untuk pemutar musik di smartphone. Kalau HP tidak terhubung, fungsi kontrol tersebut tentu tidak dapat mengendalikan lagu di HP.

      Namun smartwatch tertentu mempunyai penyimpanan internal dan mendukung pemutaran musik langsung dari perangkat. Pada model seperti ini, musik dapat digunakan lebih mandiri.

      Jadi tulisan 'music' pada spesifikasi belum tentu berarti smartwatch dapat menyimpan lagu.

      8. Bluetooth Calling Biasanya Membutuhkan HP

      Pada smartwatch Bluetooth Calling biasa, jam menggunakan koneksi Bluetooth ke smartphone untuk melakukan atau menerima panggilan.

      Karena itu, ketika smartphone terlalu jauh atau Bluetooth dimatikan, panggilan dari jam tidak dapat bekerja seperti biasanya.

      Ini berbeda dengan smartwatch yang mempunyai konektivitas seluler mandiri seperti LTE/eSIM pada model yang mendukungnya.

      Jadi jangan menyamakan Bluetooth Calling dengan smartwatch yang mempunyai jaringan seluler sendiri.

      9. Notifikasi WhatsApp Membutuhkan Koneksi ke Smartphone

      Kalau tujuan utama memakai smartwatch adalah melihat WhatsApp tanpa sering mengambil HP, koneksi antara jam dan smartphone perlu tetap tersedia.

      Smartwatch biasanya menerima salinan notifikasi yang masuk ke smartphone melalui aplikasi pendamping.

      Ketika koneksi terputus, notifikasi baru tidak dapat diteruskan seperti biasa.

      Pada beberapa ekosistem dengan koneksi Wi-Fi atau seluler, perilakunya bisa lebih canggih, tetapi untuk smartwatch Bluetooth pada umumnya, koneksi smartphone tetap menjadi bagian penting.

      10. Cuaca Tidak Selalu Bisa Diperbarui Tanpa HP

      Informasi cuaca membutuhkan data terbaru dari internet.

      Smartwatch yang tidak mempunyai koneksi internet sendiri biasanya memperoleh informasi tersebut melalui aplikasi di smartphone.

      Ketika koneksi terputus, jam mungkin masih menampilkan data terakhir yang sudah tersimpan, tetapi informasi tersebut belum tentu diperbarui sampai perangkat kembali tersambung.

      Seberapa Jauh Smartwatch Bisa dari HP?

      Jangkauan Bluetooth di dunia nyata tidak mempunyai satu angka yang selalu sama.

      Dinding, pintu, interferensi, posisi perangkat, dan jenis Bluetooth dapat memengaruhi kestabilan koneksi.

      Di rumah, misalnya, saya bisa meninggalkan HP di meja dan berjalan ke bagian ruangan lain tanpa masalah pada kondisi tertentu. Tetapi ketika terhalang beberapa dinding, koneksi bisa terputus lebih cepat.

      Karena itu, jangan terlalu terpaku pada angka jangkauan maksimum di atas kertas. Kondisi penggunaan sehari-hari jauh lebih menentukan.

      Apakah Bluetooth Harus Aktif 24 Jam?

      Kalau ingin mendapatkan notifikasi secara real-time, sinkronisasi otomatis, cuaca terbaru, dan Bluetooth Calling, Bluetooth memang sebaiknya tetap aktif.

      Bluetooth modern, terutama koneksi berdaya rendah yang digunakan wearable, dirancang cukup efisien.

      Dalam penggunaan normal, saya lebih memilih membiarkan Bluetooth aktif daripada terus mematikan dan menghidupkannya hanya demi menghemat sedikit baterai.

      Kalau memang sedang tidak membutuhkan koneksi, misalnya saat tidur dan seluruh fitur sinkronisasi tidak diperlukan, pengguna tentu dapat menyesuaikannya dengan kebiasaan masing-masing.

      Apakah Smartwatch Bisa Dipakai Tanpa HP Sama Sekali?

      Ini tergantung apa yang dimaksud dengan 'tanpa HP'.

      Setelah proses awal selesai, banyak smartwatch masih dapat digunakan untuk fungsi dasar tanpa smartphone berada di dekatnya.

      Tetapi untuk setup pertama, instalasi aplikasi, sinkronisasi data, pembaruan firmware, pengaturan notifikasi, dan beberapa fitur lain, smartphone biasanya tetap diperlukan.

      Smartwatch dengan LTE/eSIM dapat lebih mandiri karena mempunyai koneksi seluler sendiri pada jaringan dan wilayah yang didukung. Namun perangkat seperti ini mempunyai kebutuhan dan biaya yang berbeda dibanding smartwatch Bluetooth biasa.

      Kalau HP Mati, Apakah Data Olahraga Hilang?

      Pada banyak smartwatch, data aktivitas dapat disimpan sementara di perangkat.

      Jadi kalau smartphone mati ketika kita sedang berjalan atau olahraga, pencatatan pada smartwatch tidak otomatis hilang.

      Setelah smartphone hidup dan perangkat tersambung kembali, data dapat disinkronkan ke aplikasi selama perangkat dan aplikasinya memang mendukung mekanisme tersebut.

      Namun kapasitas penyimpanan dan lama data dapat disimpan berbeda pada setiap model. Karena itu, tetap lakukan sinkronisasi secara berkala.

      Bagaimana Kalau Smartwatch Sering Disconnect?

      Kalau smartwatch terputus hanya ketika HP berada terlalu jauh, itu normal.

      Tetapi kalau jam sering disconnect padahal smartphone berada di sampingnya, ada baiknya memeriksa pengaturan.

      Pastikan aplikasi pendamping tidak dibatasi terlalu agresif oleh penghemat baterai Android, izin Bluetooth tersedia, dan smartwatch sudah dipasangkan dengan metode yang benar.

      Masalah seperti ini sudah kami bahas lebih lengkap pada artikel Handandclo mengenai smartwatch yang tidak bisa terhubung ke HP.

      Perlukah Membawa HP Saat Jogging?

      Kalau smartwatch mempunyai built-in GPS dan fungsi olahraga yang dibutuhkan tersedia langsung di jam, kita bisa saja jogging tanpa membawa smartphone.

      Bagi saya, ini salah satu pengalaman penggunaan smartwatch yang paling menyenangkan. Pergelangan terasa cukup untuk melihat waktu, durasi, jarak, dan informasi latihan yang tersedia tanpa harus membawa HP di tangan.

      Tetapi kalau ingin menerima panggilan, WhatsApp, streaming musik dari smartphone, atau smartwatch menggunakan connected GPS, HP tetap diperlukan.

      Jadi jawabannya bukan sekadar bisa atau tidak, melainkan fitur apa yang ingin tetap digunakan selama jogging.

      Smartwatch Mana yang Cocok Kalau Ingin Jarang Membawa HP?

      Kalau kemandirian menjadi prioritas, ada beberapa spesifikasi yang menurut kami layak diperhatikan.

      Pertama, built-in GPS jika sering olahraga outdoor. Kedua, penyimpanan musik jika ingin mendengarkan musik tanpa smartphone. Ketiga, kemampuan LTE/eSIM jika benar-benar membutuhkan koneksi seluler mandiri dan layanan tersebut didukung.

      Perhatikan juga baterai. Semakin banyak fungsi mandiri yang digunakan, terutama GPS dan koneksi seluler, konsumsi daya biasanya ikut meningkat.

      Jangan membeli fitur yang akhirnya tidak pernah digunakan hanya karena terlihat lebih canggih.

      Kesimpulan

      Smartwatch tidak harus selalu terhubung ke HP untuk menjalankan seluruh fungsi dasarnya.

      Tanpa smartphone, banyak smartwatch masih dapat menunjukkan waktu, menghitung langkah, menjalankan alarm, timer dan stopwatch, merekam sejumlah olahraga, serta menggunakan sensor yang berada langsung di perangkat.

      Yang biasanya hilang ketika koneksi terputus adalah fungsi yang bergantung pada smartphone, seperti notifikasi WhatsApp, Bluetooth Calling, sinkronisasi aplikasi, pembaruan cuaca, dan connected GPS.

      Kalau smartwatch mempunyai built-in GPS, penyimpanan musik, Wi-Fi, atau konektivitas seluler, tingkat kemandiriannya bisa lebih tinggi.

      Dari pengalaman menggunakan smartwatch, saya tidak merasa HP dan smartwatch harus selalu menempel satu sama lain. Justru enaknya smartwatch adalah kita bisa meninggalkan HP beberapa saat dan fungsi-fungsi sederhana tetap ada di pergelangan tangan.

      Yang penting adalah memahami satu hal: fitur yang bisa berjalan tanpa HP berbeda pada setiap smartwatch.

      Jadi sebelum membeli, jangan hanya bertanya 'bisa connect ke HP atau tidak?'. Pertanyaan yang lebih berguna adalah: 'fitur apa yang tetap bisa saya gunakan ketika HP tidak saya bawa?'

       

      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post