Built-in
GPS vs Connected GPS pada Smartwatch: Apa Bedanya?
Kalau sering melihat spesifikasi smartwatch, ada satu fitur yang
menurut saya cukup mudah membuat calon pembeli salah paham: GPS.
Di halaman produk biasanya kita menemukan tulisan seperti:
GPS
Built-in GPS
Independent GPS
atau
Connected GPS
Sekilas semuanya terdengar sama. Sama-sama GPS, berarti smartwatch
bisa merekam lokasi dan rute, bukan?
Ternyata belum tentu.
Saya sendiri menganggap perbedaan ini cukup penting, terutama kalau
smartwatch akan digunakan untuk lari, jalan kaki, bersepeda, hiking, atau
aktivitas outdoor lainnya.
Smartwatch dengan built-in GPS bisa merekam lokasi menggunakan
sistem navigasi yang tersedia langsung pada jam. Sementara connected GPS masih
membutuhkan bantuan GPS dari smartphone.
Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaannya terasa cukup besar.
Mari kita bahas dengan bahasa sederhana.
Apa Itu GPS pada Smartwatch?
GPS atau Global
Positioning System merupakan sistem navigasi berbasis satelit yang dapat
membantu perangkat menentukan lokasi.
Pada
smartwatch, data lokasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Misalnya
ketika kita mulai berlari dari rumah, mengelilingi beberapa jalan, lalu kembali
ke titik awal.
Smartwatch
yang mendukung pencatatan rute dapat menggunakan data lokasi untuk membantu
merekam perjalanan tersebut.
Setelah
aktivitas selesai, biasanya kita dapat melihat informasi seperti:
·
rute perjalanan,
·
jarak,
·
kecepatan atau pace,
·
durasi,
·
serta data olahraga lainnya.
Namun cara
smartwatch mendapatkan lokasi inilah yang perlu diperhatikan.
Apa Itu Built-in GPS?
Built-in GPS berarti
smartwatch mempunyai kemampuan menerima data navigasi satelit melalui perangkat
keras yang terdapat pada jam.
Sederhananya:
smartwatch tidak
harus menggunakan GPS dari smartphone untuk merekam lokasi.
Ini sangat terasa
ketika berolahraga.
Misalnya saya ingin
jogging selama 30 menit tetapi malas membawa HP.
Dengan smartwatch
yang mempunyai built-in GPS, saya bisa meninggalkan smartphone dan tetap
merekam rute selama fitur serta sistem navigasinya mendukung aktivitas
tersebut.
Selesai olahraga,
smartwatch dapat disambungkan kembali ke smartphone dan data aktivitas kemudian
disinkronkan ke aplikasi.
Bagi orang yang
sering olahraga outdoor, fitur seperti ini menurut saya jauh lebih berguna
daripada sekadar terlihat bagus di daftar spesifikasi.
Apa Itu Connected GPS?
Connected GPS
bekerja dengan cara berbeda.
Smartwatch menggunakan
informasi lokasi dari smartphone yang terhubung.
Artinya, ketika
ingin merekam rute olahraga menggunakan GPS, smartphone biasanya perlu dibawa
dan koneksi antara kedua perangkat perlu tersedia.
Smartwatch tetap
dapat menampilkan informasi olahraga di pergelangan tangan, tetapi sumber
lokasinya berasal dari smartphone.
Jadi sebenarnya
istilah connected GPS tidak berarti smartwatch mempunyai modul GPS mandiri di
dalamnya.
Inilah bagian yang
kadang membuat pembeli keliru.
Contoh Paling Mudah
Bayangkan kita ingin
jogging sejauh 5 kilometer.
Menggunakan Built-in GPS
Kita memakai smartwatch lalu meninggalkan HP di rumah.
Mulai mode Outdoor Running.
Smartwatch mencari sinyal satelit.
Setelah lokasi terkunci, kita mulai berlari.
Rute kemudian direkam oleh smartwatch.
Setelah kembali ke rumah, data dapat disinkronkan ke smartphone.
Menggunakan Connected GPS
Kita memakai smartwatch tetapi smartphone tetap dibawa.
Smartwatch terhubung ke HP.
Ketika olahraga dimulai, informasi lokasi diperoleh menggunakan GPS
smartphone.
Kalau HP ditinggalkan di rumah, smartwatch mungkin masih dapat
mencatat langkah, durasi, detak jantung, atau data lainnya, tetapi rute GPS
tidak akan direkam dengan cara yang sama.
Dari contoh tersebut, perbedaannya menjadi jauh lebih mudah
dipahami.
Bagaimana
Mengetahui Smartwatch Punya Built-in GPS?
Jangan
hanya melihat tulisan “GPS” pada judul produk.
Saya
biasanya mencari spesifikasi yang lebih jelas seperti:
Built-in GPS
Independent GPS
Standalone GPS
atau
informasi mengenai sistem satelit yang didukung.
Beberapa
smartwatch juga mencantumkan dukungan seperti GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou,
atau sistem GNSS lainnya.
Kalau
halaman produk hanya mengatakan:
“GPS Tracking”
tanpa
penjelasan lebih lanjut, saya lebih memilih mencari informasi tambahan sebelum
menyimpulkan bahwa GPS berada langsung di smartwatch.
Apa Itu GNSS?
Saat membahas smartwatch
modern, kita juga sering menemukan istilah GNSS.
GNSS merupakan singkatan
dari Global Navigation Satellite System.
GPS sebenarnya merupakan
salah satu sistem navigasi satelit.
Selain GPS milik Amerika
Serikat, terdapat sistem navigasi lainnya seperti:
·
GLONASS,
·
Galileo,
·
BeiDou,
·
QZSS,
·
dan sistem lainnya.
Smartwatch tertentu dapat
menggunakan lebih dari satu sistem untuk membantu menentukan posisi.
Karena itu, pada perangkat
yang lebih serius untuk olahraga outdoor, produsen terkadang tidak hanya
menuliskan GPS tetapi juga menyebut dukungan beberapa sistem GNSS.
Apakah Semakin
Banyak Sistem Satelit Berarti Semakin Akurat?
Tidak
selalu sesederhana itu.
Dukungan
terhadap beberapa sistem navigasi memang dapat membantu perangkat mendapatkan
data lokasi dalam berbagai kondisi.
Namun
kualitas GPS smartwatch juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain.
Misalnya:
·
desain antena,
·
chipset,
·
algoritma,
·
kondisi lingkungan,
·
gedung tinggi,
·
pepohonan,
·
cuaca tertentu,
·
serta posisi smartwatch ketika
digunakan.
Jadi
jangan langsung menganggap smartwatch yang mencantumkan paling banyak nama
satelit pasti mempunyai GPS paling akurat.
Pengujian
nyata tetap penting.
Apa Itu Dual-Band GPS?
Pada beberapa
smartwatch kelas menengah hingga premium, kita mulai menemukan istilah dual-band
GPS atau dual-frequency GNSS.
Secara sederhana,
teknologi ini memungkinkan perangkat menggunakan lebih dari satu frekuensi
sinyal navigasi yang kompatibel.
Tujuannya antara
lain membantu meningkatkan kemampuan penentuan lokasi pada kondisi yang
menantang.
Contohnya ketika
berada di sekitar:
·
gedung tinggi,
·
area perkotaan padat,
·
lembah,
·
atau lingkungan yang
menyebabkan pantulan sinyal.
Namun bukan berarti
semua pengguna wajib mempunyai dual-band GPS.
Kalau aktivitas
kita hanya jalan santai atau jogging di area terbuka, built-in GPS biasa yang
bekerja baik sudah sangat mencukupi.
Apakah Built-in GPS
Selalu Lebih Baik?
Untuk
kemandirian smartwatch, ya, built-in GPS mempunyai keuntungan yang jelas.
Tetapi
bukan berarti connected GPS adalah fitur yang buruk.
Connected
GPS justru masuk akal pada smartwatch yang lebih terjangkau.
Karena
smartphone sudah mempunyai GPS, smartwatch tidak perlu membawa seluruh
perangkat keras navigasi sendiri.
Hasilnya
bisa membantu:
·
menekan harga,
·
menghemat ruang di dalam jam,
·
dan dalam beberapa skenario
mengurangi beban baterai smartwatch.
Kalau
kita memang selalu membawa smartphone saat olahraga, connected GPS mungkin
sudah cukup.
Kapan Connected GPS Sudah
Cukup?
Menurut
saya, connected GPS cocok untuk pengguna yang:
·
selalu membawa smartphone
ketika jogging,
·
berjalan sambil membawa HP,
·
bersepeda dengan smartphone di
tas,
·
tidak keberatan smartwatch
bergantung pada smartphone,
·
atau hanya sesekali membutuhkan
pencatatan rute.
Kalau
kebiasaan kita memang seperti itu, tidak ada alasan harus memaksakan membeli
smartwatch dengan built-in GPS.
Lebih
baik uangnya digunakan untuk fitur lain yang benar-benar dibutuhkan.
Kapan Built-in GPS
Lebih Layak Dipilih?
Built-in
GPS mulai terasa penting kalau kita sering:
·
jogging tanpa membawa
smartphone,
·
bersepeda tanpa ingin membuka
HP,
·
hiking,
·
berjalan jauh,
·
melakukan aktivitas outdoor,
·
atau ingin smartwatch lebih
mandiri.
Bagi
saya, salah satu kelebihan terbesar smartwatch dengan GPS bawaan justru
kebebasan meninggalkan smartphone.
Kita
cukup memakai jam, memulai olahraga, kemudian beraktivitas.
Tidak
perlu membawa HP hanya karena ingin merekam rute.
Apakah Built-in
GPS Bisa Digunakan Tanpa Internet?
Pada
dasarnya, penerimaan sinyal navigasi satelit tidak sama dengan menggunakan
internet.
Smartwatch
dengan kemampuan GNSS mandiri dapat menentukan lokasi menggunakan sinyal
satelit tanpa harus terus-menerus terhubung ke internet.
Namun
beberapa perangkat menggunakan data tambahan melalui smartphone atau internet
untuk membantu mempercepat proses pencarian satelit atau menyediakan fitur peta
dan informasi lainnya.
Jadi:
GPS dan internet merupakan dua hal berbeda.
Smartwatch
dapat mempunyai GPS tetapi tidak mempunyai koneksi internet mandiri.
Mengapa GPS
Smartwatch Kadang Lama Terkunci?
Kalau
pernah berdiri di luar rumah sambil menunggu tulisan:
Locating…
atau
Searching GPS…
itu
normal sampai batas tertentu.
Smartwatch
perlu mendapatkan sinyal navigasi yang cukup sebelum menentukan posisi.
Prosesnya
dapat dipengaruhi oleh lingkungan.
Di
area terbuka, biasanya lebih mudah.
Di
dalam rumah, di bawah atap tebal, di antara gedung tinggi, atau di bawah
pepohonan yang sangat rapat, proses mendapatkan posisi dapat menjadi lebih
sulit.
Karena
itu, kalau akan mulai olahraga menggunakan GPS, saya biasanya keluar ke area
yang lebih terbuka terlebih dahulu.
Tunggu
sampai posisi terkunci.
Baru
mulai aktivitas.
Jangan Langsung
Mulai Berlari Sebelum GPS Terkunci
Ini
kebiasaan sederhana tetapi cukup penting.
Kita
sering terburu-buru menekan Start lalu langsung berlari ketika
smartwatch masih mencari lokasi.
Akibatnya,
bagian awal rute bisa kurang rapi atau tidak tercatat sebagaimana yang
diharapkan.
Kalau
akurasi rute penting, tunggu beberapa detik sampai smartwatch menunjukkan bahwa
lokasi sudah siap.
Baru
mulai olahraga.
Pengalaman
menggunakan GPS biasanya menjadi lebih konsisten.
GPS Bisa Membuat
Baterai Lebih Cepat Habis
Ini
salah satu konsekuensi built-in GPS.
Ketika
GPS digunakan terus-menerus selama aktivitas, smartwatch membutuhkan energi
tambahan.
Jogging
30 menit tentu berbeda dengan hiking menggunakan GPS selama beberapa jam.
Karena
itu, kalau sering melakukan aktivitas outdoor panjang, jangan hanya melihat:
“Baterai tahan 10 hari.”
Cari
juga informasi mengenai:
daya tahan baterai ketika GPS aktif.
Angka
tersebut justru lebih relevan bagi pengguna olahraga outdoor.
Apakah GPS
Smartwatch Sama Akurat dengan HP?
Tidak
selalu.
Smartphone
mempunyai ukuran lebih besar sehingga desain antena dan kemampuan perangkat
kerasnya berbeda.
Smartwatch
harus memasukkan banyak komponen ke bodi yang sangat kecil.
Namun
teknologi smartwatch sekarang sudah berkembang cukup jauh.
Pada
perangkat dengan sistem navigasi yang baik, pencatatan rute untuk olahraga
sehari-hari dapat sangat berguna.
Tetapi
kita tetap tidak sebaiknya menganggap semua smartwatch GPS mempunyai tingkat
akurasi yang sama.
Dua
smartwatch yang sama-sama mempunyai built-in GPS dapat menghasilkan kualitas
pencatatan berbeda.
Mengapa Rute GPS
Kadang Terlihat Zig-Zag?
Kadang
setelah jogging, kita membuka aplikasi dan melihat rute tidak mengikuti jalan
dengan sempurna.
Ada
garis sedikit masuk ke rumah.
Ada
bagian seperti memotong jalan.
Atau
posisi terlihat bergeser beberapa meter.
Hal
seperti ini bisa terjadi karena GPS bukan teknologi yang selalu memberikan
posisi sempurna pada setiap detik.
Sinyal
dapat terpengaruh oleh gedung, pohon, pantulan sinyal, kualitas antena, serta
algoritma perangkat.
Sedikit
penyimpangan masih dapat terjadi bahkan pada perangkat yang bagus.
Yang
lebih penting adalah melihat konsistensi keseluruhan data.
GPS Bukan Berarti Ada
Google Maps
Ini
juga salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul.
Smartwatch
mempunyai GPS tidak otomatis berarti mempunyai Google Maps.
GPS
hanya berkaitan dengan kemampuan menentukan lokasi.
Fitur
peta membutuhkan perangkat lunak, data peta, penyimpanan, dan dukungan sistem
lainnya.
Ada
smartwatch yang mempunyai built-in GPS tetapi hanya merekam rute olahraga.
Tidak
ada peta navigasi di layar.
Ada
pula smartwatch yang memang mendukung peta dan navigasi.
Jadi
jangan menyamakan:
Built-in
GPS = Google Maps.
Itu dua
fitur berbeda.
Apakah
Smartwatch GPS Bisa Menunjukkan Arah Pulang?
Tergantung
perangkat.
Beberapa
smartwatch outdoor mempunyai fitur navigasi seperti route back,
breadcrumb navigation, atau kemampuan mengikuti rute tertentu.
Smartwatch
lain hanya merekam lokasi untuk kebutuhan olahraga.
Karena
itu, kalau membutuhkan smartwatch untuk hiking atau kegiatan alam, periksa
fitur navigasinya secara khusus.
Jangan
hanya melihat apakah ada GPS.
Bagaimana dengan Kompas?
Kompas dan GPS
juga berbeda.
GPS membantu
menentukan lokasi berdasarkan sistem navigasi satelit.
Kompas membantu
menunjukkan arah berdasarkan sensor yang tersedia pada perangkat.
Smartwatch dapat
mempunyai GPS tanpa kompas.
Bisa juga
mempunyai keduanya.
Untuk aktivitas
outdoor, kombinasi GPS dan kompas memang menarik, tetapi kualitas dan fungsi
sebenarnya tetap bergantung pada perangkat.
GPS pada
Smartwatch Murah, Apakah Bisa Dipercaya?
Harga
tidak selalu menentukan semuanya, tetapi kita memang perlu lebih teliti.
Sekarang
cukup banyak smartwatch terjangkau yang mengiklankan fitur GPS.
Hal
pertama yang saya cek adalah:
GPS-nya built-in atau connected?
Setelah
itu barulah melihat bagaimana hasil pengujian rutenya.
Kalau
sebuah smartwatch murah hanya mempunyai connected GPS, itu bukan berarti
produknya buruk.
Yang
penting informasinya jelas sehingga pengguna mengetahui bahwa smartphone tetap
diperlukan.
Masalah
muncul ketika pembeli mengira mendapatkan built-in GPS padahal sebenarnya jam
hanya mengambil lokasi dari HP.
Built-in GPS vs
Connected GPS: Mana yang Lebih Baik?
Tidak
ada jawaban yang sama untuk semua orang.
|
Kebutuhan |
Built-in GPS |
Connected GPS |
|
Jogging tanpa membawa HP |
Lebih cocok |
HP biasanya diperlukan |
|
Merekam rute |
Bisa langsung dari jam |
Mengandalkan lokasi smartphone |
|
Kemandirian smartwatch |
Lebih tinggi |
Lebih bergantung pada HP |
|
Konsumsi baterai jam saat GPS |
Bisa lebih tinggi |
Beban lokasi banyak ditangani HP |
|
Harga perangkat |
Cenderung dapat lebih tinggi |
Umum pada smartwatch terjangkau |
|
Pengguna yang selalu membawa HP |
Tetap bagus |
Sudah cukup untuk banyak orang |
Tabel
tersebut bukan berarti built-in GPS selalu menjadi pilihan terbaik.
Pilih
berdasarkan kebiasaan.
Tips Sebelum
Membeli Smartwatch dengan GPS
Kalau
GPS merupakan fitur penting, ada beberapa hal yang menurut saya layak
diperiksa.
Pertama, pastikan jenis GPS-nya.
Cari
tahu apakah built-in atau connected.
Kedua, lihat sistem navigasi yang didukung.
Tidak
perlu mengejar jumlah terbanyak, tetapi informasinya sebaiknya jelas.
Ketiga, cari pengujian rute nyata.
Spesifikasi
tidak selalu menceritakan kualitas penggunaan.
Keempat, perhatikan baterai saat GPS aktif.
Ini
penting untuk olahraga berdurasi panjang.
Kelima, periksa fitur navigasi tambahan.
Kalau
untuk hiking, mungkin kita membutuhkan lebih dari sekadar pencatatan rute.
Jadi, Apakah Built-in GPS
Wajib?
Tidak.
Kalau
smartwatch hanya digunakan untuk:
melihat
notifikasi,
menghitung
langkah,
memantau
aktivitas harian,
Bluetooth
Calling,
atau
olahraga di gym,
built-in
GPS mungkin bukan fitur yang paling penting.
Tetapi
kalau sering berlari atau melakukan aktivitas outdoor tanpa membawa smartphone,
GPS bawaan merupakan salah satu fitur yang menurut saya benar-benar terasa
manfaatnya.
Bukan
sekadar angka di spesifikasi.
Kesimpulan
Built-in GPS dan connected GPS
sama-sama dapat digunakan untuk membantu pencatatan lokasi, tetapi cara
kerjanya berbeda.
Built-in GPS memungkinkan smartwatch memperoleh data navigasi melalui perangkat
keras yang terdapat pada jam sehingga lebih mandiri dari smartphone.
Sementara connected GPS
menggunakan lokasi dari smartphone yang terhubung.
Kalau selalu membawa HP ketika
olahraga, connected GPS mungkin sudah cukup.
Tetapi kalau ingin jogging,
berjalan, atau melakukan aktivitas outdoor tanpa membawa smartphone, built-in
GPS jauh lebih praktis.
Dari pengalaman menggunakan
smartwatch, saya justru menganggap ini salah satu spesifikasi yang wajib
diperiksa dengan teliti.
Sebab tulisan “GPS” saja
belum menjelaskan semuanya.
Sebelum membeli smartwatch,
coba tanyakan:
“GPS-nya benar-benar ada di
dalam jam, atau sebenarnya masih meminjam GPS dari HP?”
Pertanyaan sederhana tersebut
bisa membuat kita terhindar dari salah membeli smartwatch

0 Komentar