GUM0GfM5TSr5GUYiBUd7TUCpTA==
0
    0
      Breaking News

      Built-in GPS vs Connected GPS Smartwatch: Apa Bedanya?

      Apa beda built-in GPS dan connected GPS pada smartwatch? Pelajari cara kerja GPS smartwatch, apakah bisa digunakan tanpa HP, akurasi, baterai.

       


      Built-in GPS vs Connected GPS pada Smartwatch: Apa Bedanya?

      Kalau sering melihat spesifikasi smartwatch, ada satu fitur yang menurut saya cukup mudah membuat calon pembeli salah paham: GPS.

      Di halaman produk biasanya kita menemukan tulisan seperti:

      GPS

      Built-in GPS

      Independent GPS

      atau

      Connected GPS

      Sekilas semuanya terdengar sama. Sama-sama GPS, berarti smartwatch bisa merekam lokasi dan rute, bukan?

      Ternyata belum tentu.

      Saya sendiri menganggap perbedaan ini cukup penting, terutama kalau smartwatch akan digunakan untuk lari, jalan kaki, bersepeda, hiking, atau aktivitas outdoor lainnya.

      Smartwatch dengan built-in GPS bisa merekam lokasi menggunakan sistem navigasi yang tersedia langsung pada jam. Sementara connected GPS masih membutuhkan bantuan GPS dari smartphone.

      Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaannya terasa cukup besar.

      Mari kita bahas dengan bahasa sederhana.

      Apa Itu GPS pada Smartwatch?

      GPS atau Global Positioning System merupakan sistem navigasi berbasis satelit yang dapat membantu perangkat menentukan lokasi.

      Pada smartwatch, data lokasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

      Misalnya ketika kita mulai berlari dari rumah, mengelilingi beberapa jalan, lalu kembali ke titik awal.

      Smartwatch yang mendukung pencatatan rute dapat menggunakan data lokasi untuk membantu merekam perjalanan tersebut.

      Setelah aktivitas selesai, biasanya kita dapat melihat informasi seperti:

      ·         rute perjalanan,

      ·         jarak,

      ·         kecepatan atau pace,

      ·         durasi,

      ·         serta data olahraga lainnya.

      Namun cara smartwatch mendapatkan lokasi inilah yang perlu diperhatikan.

      Apa Itu Built-in GPS?

      Built-in GPS berarti smartwatch mempunyai kemampuan menerima data navigasi satelit melalui perangkat keras yang terdapat pada jam.

      Sederhananya:

      smartwatch tidak harus menggunakan GPS dari smartphone untuk merekam lokasi.

      Ini sangat terasa ketika berolahraga.

      Misalnya saya ingin jogging selama 30 menit tetapi malas membawa HP.

      Dengan smartwatch yang mempunyai built-in GPS, saya bisa meninggalkan smartphone dan tetap merekam rute selama fitur serta sistem navigasinya mendukung aktivitas tersebut.

      Selesai olahraga, smartwatch dapat disambungkan kembali ke smartphone dan data aktivitas kemudian disinkronkan ke aplikasi.

      Bagi orang yang sering olahraga outdoor, fitur seperti ini menurut saya jauh lebih berguna daripada sekadar terlihat bagus di daftar spesifikasi.

      Apa Itu Connected GPS?

      Connected GPS bekerja dengan cara berbeda.

      Smartwatch menggunakan informasi lokasi dari smartphone yang terhubung.

      Artinya, ketika ingin merekam rute olahraga menggunakan GPS, smartphone biasanya perlu dibawa dan koneksi antara kedua perangkat perlu tersedia.

      Smartwatch tetap dapat menampilkan informasi olahraga di pergelangan tangan, tetapi sumber lokasinya berasal dari smartphone.

      Jadi sebenarnya istilah connected GPS tidak berarti smartwatch mempunyai modul GPS mandiri di dalamnya.

      Inilah bagian yang kadang membuat pembeli keliru.

      Contoh Paling Mudah

      Bayangkan kita ingin jogging sejauh 5 kilometer.

      Menggunakan Built-in GPS

      Kita memakai smartwatch lalu meninggalkan HP di rumah.

      Mulai mode Outdoor Running.

      Smartwatch mencari sinyal satelit.

      Setelah lokasi terkunci, kita mulai berlari.

      Rute kemudian direkam oleh smartwatch.

      Setelah kembali ke rumah, data dapat disinkronkan ke smartphone.

      Menggunakan Connected GPS

      Kita memakai smartwatch tetapi smartphone tetap dibawa.

      Smartwatch terhubung ke HP.

      Ketika olahraga dimulai, informasi lokasi diperoleh menggunakan GPS smartphone.

      Kalau HP ditinggalkan di rumah, smartwatch mungkin masih dapat mencatat langkah, durasi, detak jantung, atau data lainnya, tetapi rute GPS tidak akan direkam dengan cara yang sama.

      Dari contoh tersebut, perbedaannya menjadi jauh lebih mudah dipahami.

      Bagaimana Mengetahui Smartwatch Punya Built-in GPS?

      Jangan hanya melihat tulisan “GPS” pada judul produk.

      Saya biasanya mencari spesifikasi yang lebih jelas seperti:

      Built-in GPS

      Independent GPS

      Standalone GPS

      atau informasi mengenai sistem satelit yang didukung.

      Beberapa smartwatch juga mencantumkan dukungan seperti GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, atau sistem GNSS lainnya.

      Kalau halaman produk hanya mengatakan:

      “GPS Tracking”

      tanpa penjelasan lebih lanjut, saya lebih memilih mencari informasi tambahan sebelum menyimpulkan bahwa GPS berada langsung di smartwatch.

      Apa Itu GNSS?

      Saat membahas smartwatch modern, kita juga sering menemukan istilah GNSS.

      GNSS merupakan singkatan dari Global Navigation Satellite System.

      GPS sebenarnya merupakan salah satu sistem navigasi satelit.

      Selain GPS milik Amerika Serikat, terdapat sistem navigasi lainnya seperti:

      ·         GLONASS,

      ·         Galileo,

      ·         BeiDou,

      ·         QZSS,

      ·         dan sistem lainnya.

      Smartwatch tertentu dapat menggunakan lebih dari satu sistem untuk membantu menentukan posisi.

      Karena itu, pada perangkat yang lebih serius untuk olahraga outdoor, produsen terkadang tidak hanya menuliskan GPS tetapi juga menyebut dukungan beberapa sistem GNSS.

      Apakah Semakin Banyak Sistem Satelit Berarti Semakin Akurat?

      Tidak selalu sesederhana itu.

      Dukungan terhadap beberapa sistem navigasi memang dapat membantu perangkat mendapatkan data lokasi dalam berbagai kondisi.

      Namun kualitas GPS smartwatch juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain.

      Misalnya:

      ·         desain antena,

      ·         chipset,

      ·         algoritma,

      ·         kondisi lingkungan,

      ·         gedung tinggi,

      ·         pepohonan,

      ·         cuaca tertentu,

      ·         serta posisi smartwatch ketika digunakan.

      Jadi jangan langsung menganggap smartwatch yang mencantumkan paling banyak nama satelit pasti mempunyai GPS paling akurat.

      Pengujian nyata tetap penting.

      Apa Itu Dual-Band GPS?

      Pada beberapa smartwatch kelas menengah hingga premium, kita mulai menemukan istilah dual-band GPS atau dual-frequency GNSS.

      Secara sederhana, teknologi ini memungkinkan perangkat menggunakan lebih dari satu frekuensi sinyal navigasi yang kompatibel.

      Tujuannya antara lain membantu meningkatkan kemampuan penentuan lokasi pada kondisi yang menantang.

      Contohnya ketika berada di sekitar:

      ·         gedung tinggi,

      ·         area perkotaan padat,

      ·         lembah,

      ·         atau lingkungan yang menyebabkan pantulan sinyal.

      Namun bukan berarti semua pengguna wajib mempunyai dual-band GPS.

      Kalau aktivitas kita hanya jalan santai atau jogging di area terbuka, built-in GPS biasa yang bekerja baik sudah sangat mencukupi.

      Apakah Built-in GPS Selalu Lebih Baik?

      Untuk kemandirian smartwatch, ya, built-in GPS mempunyai keuntungan yang jelas.

      Tetapi bukan berarti connected GPS adalah fitur yang buruk.

      Connected GPS justru masuk akal pada smartwatch yang lebih terjangkau.

      Karena smartphone sudah mempunyai GPS, smartwatch tidak perlu membawa seluruh perangkat keras navigasi sendiri.

      Hasilnya bisa membantu:

      ·         menekan harga,

      ·         menghemat ruang di dalam jam,

      ·         dan dalam beberapa skenario mengurangi beban baterai smartwatch.

      Kalau kita memang selalu membawa smartphone saat olahraga, connected GPS mungkin sudah cukup.

      Kapan Connected GPS Sudah Cukup?

      Menurut saya, connected GPS cocok untuk pengguna yang:

      ·         selalu membawa smartphone ketika jogging,

      ·         berjalan sambil membawa HP,

      ·         bersepeda dengan smartphone di tas,

      ·         tidak keberatan smartwatch bergantung pada smartphone,

      ·         atau hanya sesekali membutuhkan pencatatan rute.

      Kalau kebiasaan kita memang seperti itu, tidak ada alasan harus memaksakan membeli smartwatch dengan built-in GPS.

      Lebih baik uangnya digunakan untuk fitur lain yang benar-benar dibutuhkan.

      Kapan Built-in GPS Lebih Layak Dipilih?

      Built-in GPS mulai terasa penting kalau kita sering:

      ·         jogging tanpa membawa smartphone,

      ·         bersepeda tanpa ingin membuka HP,

      ·         hiking,

      ·         berjalan jauh,

      ·         melakukan aktivitas outdoor,

      ·         atau ingin smartwatch lebih mandiri.

      Bagi saya, salah satu kelebihan terbesar smartwatch dengan GPS bawaan justru kebebasan meninggalkan smartphone.

      Kita cukup memakai jam, memulai olahraga, kemudian beraktivitas.

      Tidak perlu membawa HP hanya karena ingin merekam rute.

      Apakah Built-in GPS Bisa Digunakan Tanpa Internet?

      Pada dasarnya, penerimaan sinyal navigasi satelit tidak sama dengan menggunakan internet.

      Smartwatch dengan kemampuan GNSS mandiri dapat menentukan lokasi menggunakan sinyal satelit tanpa harus terus-menerus terhubung ke internet.

      Namun beberapa perangkat menggunakan data tambahan melalui smartphone atau internet untuk membantu mempercepat proses pencarian satelit atau menyediakan fitur peta dan informasi lainnya.

      Jadi:

      GPS dan internet merupakan dua hal berbeda.

      Smartwatch dapat mempunyai GPS tetapi tidak mempunyai koneksi internet mandiri.

      Mengapa GPS Smartwatch Kadang Lama Terkunci?

      Kalau pernah berdiri di luar rumah sambil menunggu tulisan:

      Locating…

      atau

      Searching GPS…

      itu normal sampai batas tertentu.

      Smartwatch perlu mendapatkan sinyal navigasi yang cukup sebelum menentukan posisi.

      Prosesnya dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

      Di area terbuka, biasanya lebih mudah.

      Di dalam rumah, di bawah atap tebal, di antara gedung tinggi, atau di bawah pepohonan yang sangat rapat, proses mendapatkan posisi dapat menjadi lebih sulit.

      Karena itu, kalau akan mulai olahraga menggunakan GPS, saya biasanya keluar ke area yang lebih terbuka terlebih dahulu.

      Tunggu sampai posisi terkunci.

      Baru mulai aktivitas.

      Jangan Langsung Mulai Berlari Sebelum GPS Terkunci

      Ini kebiasaan sederhana tetapi cukup penting.

      Kita sering terburu-buru menekan Start lalu langsung berlari ketika smartwatch masih mencari lokasi.

      Akibatnya, bagian awal rute bisa kurang rapi atau tidak tercatat sebagaimana yang diharapkan.

      Kalau akurasi rute penting, tunggu beberapa detik sampai smartwatch menunjukkan bahwa lokasi sudah siap.

      Baru mulai olahraga.

      Pengalaman menggunakan GPS biasanya menjadi lebih konsisten.

      GPS Bisa Membuat Baterai Lebih Cepat Habis

      Ini salah satu konsekuensi built-in GPS.

      Ketika GPS digunakan terus-menerus selama aktivitas, smartwatch membutuhkan energi tambahan.

      Jogging 30 menit tentu berbeda dengan hiking menggunakan GPS selama beberapa jam.

      Karena itu, kalau sering melakukan aktivitas outdoor panjang, jangan hanya melihat:

      “Baterai tahan 10 hari.”

      Cari juga informasi mengenai:

      daya tahan baterai ketika GPS aktif.

      Angka tersebut justru lebih relevan bagi pengguna olahraga outdoor.

      Apakah GPS Smartwatch Sama Akurat dengan HP?

      Tidak selalu.

      Smartphone mempunyai ukuran lebih besar sehingga desain antena dan kemampuan perangkat kerasnya berbeda.

      Smartwatch harus memasukkan banyak komponen ke bodi yang sangat kecil.

      Namun teknologi smartwatch sekarang sudah berkembang cukup jauh.

      Pada perangkat dengan sistem navigasi yang baik, pencatatan rute untuk olahraga sehari-hari dapat sangat berguna.

      Tetapi kita tetap tidak sebaiknya menganggap semua smartwatch GPS mempunyai tingkat akurasi yang sama.

      Dua smartwatch yang sama-sama mempunyai built-in GPS dapat menghasilkan kualitas pencatatan berbeda.

      Mengapa Rute GPS Kadang Terlihat Zig-Zag?

      Kadang setelah jogging, kita membuka aplikasi dan melihat rute tidak mengikuti jalan dengan sempurna.

      Ada garis sedikit masuk ke rumah.

      Ada bagian seperti memotong jalan.

      Atau posisi terlihat bergeser beberapa meter.

      Hal seperti ini bisa terjadi karena GPS bukan teknologi yang selalu memberikan posisi sempurna pada setiap detik.

      Sinyal dapat terpengaruh oleh gedung, pohon, pantulan sinyal, kualitas antena, serta algoritma perangkat.

      Sedikit penyimpangan masih dapat terjadi bahkan pada perangkat yang bagus.

      Yang lebih penting adalah melihat konsistensi keseluruhan data.

      GPS Bukan Berarti Ada Google Maps

      Ini juga salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul.

      Smartwatch mempunyai GPS tidak otomatis berarti mempunyai Google Maps.

      GPS hanya berkaitan dengan kemampuan menentukan lokasi.

      Fitur peta membutuhkan perangkat lunak, data peta, penyimpanan, dan dukungan sistem lainnya.

      Ada smartwatch yang mempunyai built-in GPS tetapi hanya merekam rute olahraga.

      Tidak ada peta navigasi di layar.

      Ada pula smartwatch yang memang mendukung peta dan navigasi.

      Jadi jangan menyamakan:

      Built-in GPS = Google Maps.

      Itu dua fitur berbeda.

      Apakah Smartwatch GPS Bisa Menunjukkan Arah Pulang?

      Tergantung perangkat.

      Beberapa smartwatch outdoor mempunyai fitur navigasi seperti route back, breadcrumb navigation, atau kemampuan mengikuti rute tertentu.

      Smartwatch lain hanya merekam lokasi untuk kebutuhan olahraga.

      Karena itu, kalau membutuhkan smartwatch untuk hiking atau kegiatan alam, periksa fitur navigasinya secara khusus.

      Jangan hanya melihat apakah ada GPS.

      Bagaimana dengan Kompas?

      Kompas dan GPS juga berbeda.

      GPS membantu menentukan lokasi berdasarkan sistem navigasi satelit.

      Kompas membantu menunjukkan arah berdasarkan sensor yang tersedia pada perangkat.

      Smartwatch dapat mempunyai GPS tanpa kompas.

      Bisa juga mempunyai keduanya.

      Untuk aktivitas outdoor, kombinasi GPS dan kompas memang menarik, tetapi kualitas dan fungsi sebenarnya tetap bergantung pada perangkat.

      GPS pada Smartwatch Murah, Apakah Bisa Dipercaya?

      Harga tidak selalu menentukan semuanya, tetapi kita memang perlu lebih teliti.

      Sekarang cukup banyak smartwatch terjangkau yang mengiklankan fitur GPS.

      Hal pertama yang saya cek adalah:

      GPS-nya built-in atau connected?

      Setelah itu barulah melihat bagaimana hasil pengujian rutenya.

      Kalau sebuah smartwatch murah hanya mempunyai connected GPS, itu bukan berarti produknya buruk.

      Yang penting informasinya jelas sehingga pengguna mengetahui bahwa smartphone tetap diperlukan.

      Masalah muncul ketika pembeli mengira mendapatkan built-in GPS padahal sebenarnya jam hanya mengambil lokasi dari HP.

      Built-in GPS vs Connected GPS: Mana yang Lebih Baik?

      Tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang.

      Kebutuhan

      Built-in GPS

      Connected GPS

      Jogging tanpa membawa HP

      Lebih cocok

      HP biasanya diperlukan

      Merekam rute

      Bisa langsung dari jam

      Mengandalkan lokasi smartphone

      Kemandirian smartwatch

      Lebih tinggi

      Lebih bergantung pada HP

      Konsumsi baterai jam saat GPS

      Bisa lebih tinggi

      Beban lokasi banyak ditangani HP

      Harga perangkat

      Cenderung dapat lebih tinggi

      Umum pada smartwatch terjangkau

      Pengguna yang selalu membawa HP

      Tetap bagus

      Sudah cukup untuk banyak orang

      Tabel tersebut bukan berarti built-in GPS selalu menjadi pilihan terbaik.

      Pilih berdasarkan kebiasaan.

      Tips Sebelum Membeli Smartwatch dengan GPS

      Kalau GPS merupakan fitur penting, ada beberapa hal yang menurut saya layak diperiksa.

      Pertama, pastikan jenis GPS-nya.

      Cari tahu apakah built-in atau connected.

      Kedua, lihat sistem navigasi yang didukung.

      Tidak perlu mengejar jumlah terbanyak, tetapi informasinya sebaiknya jelas.

      Ketiga, cari pengujian rute nyata.

      Spesifikasi tidak selalu menceritakan kualitas penggunaan.

      Keempat, perhatikan baterai saat GPS aktif.

      Ini penting untuk olahraga berdurasi panjang.

      Kelima, periksa fitur navigasi tambahan.

      Kalau untuk hiking, mungkin kita membutuhkan lebih dari sekadar pencatatan rute.

      Jadi, Apakah Built-in GPS Wajib?

      Tidak.

      Kalau smartwatch hanya digunakan untuk:

      melihat notifikasi,

      menghitung langkah,

      memantau aktivitas harian,

      Bluetooth Calling,

      atau olahraga di gym,

      built-in GPS mungkin bukan fitur yang paling penting.

      Tetapi kalau sering berlari atau melakukan aktivitas outdoor tanpa membawa smartphone, GPS bawaan merupakan salah satu fitur yang menurut saya benar-benar terasa manfaatnya.

      Bukan sekadar angka di spesifikasi.

      Kesimpulan

      Built-in GPS dan connected GPS sama-sama dapat digunakan untuk membantu pencatatan lokasi, tetapi cara kerjanya berbeda.

      Built-in GPS memungkinkan smartwatch memperoleh data navigasi melalui perangkat keras yang terdapat pada jam sehingga lebih mandiri dari smartphone.

      Sementara connected GPS menggunakan lokasi dari smartphone yang terhubung.

      Kalau selalu membawa HP ketika olahraga, connected GPS mungkin sudah cukup.

      Tetapi kalau ingin jogging, berjalan, atau melakukan aktivitas outdoor tanpa membawa smartphone, built-in GPS jauh lebih praktis.

      Dari pengalaman menggunakan smartwatch, saya justru menganggap ini salah satu spesifikasi yang wajib diperiksa dengan teliti.

      Sebab tulisan “GPS” saja belum menjelaskan semuanya.

      Sebelum membeli smartwatch, coba tanyakan:

      “GPS-nya benar-benar ada di dalam jam, atau sebenarnya masih meminjam GPS dari HP?”

      Pertanyaan sederhana tersebut bisa membuat kita terhindar dari salah membeli smartwatch

       

      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post