GUM0GfM5TSr5GUYiBUd7TUCpTA==
0
    0
      Breaking News

      Berapa Lama Umur Smartwatch? Apakah Bisa Sampai 5 Tahun?

      Berapa tahun smartwatch bisa digunakan? Pelajari umur baterai, layar, software, strap, charger, tanda smartwatch perlu diganti



       

      Berapa Lama Umur Smartwatch? Apakah Bisa Dipakai Sampai 5 Tahun?

      Beberapa waktu lalu saya melihat salah satu smartwatch lama yang masih tersimpan.

      Jamnya masih bisa menyala.

      Layarnya juga masih normal. Bluetooth masih dapat tersambung ke HP dan beberapa fungsi dasarnya tetap berjalan.

      Tetapi setelah dipakai lagi, ada satu hal yang langsung terasa.

      Baterainya sudah tidak seperti dulu.

      Kalau ketika masih baru bisa digunakan beberapa hari, sekarang persentasenya turun jauh lebih cepat.

      Dari situ saya terpikir satu pertanyaan yang mungkin juga pernah muncul ketika seseorang membeli smartwatch:

      Sebenarnya smartwatch bisa dipakai berapa tahun?

      Apakah dua tahun sudah termasuk lama?

      Bisakah digunakan sampai lima tahun?

      Atau sebenarnya smartwatch memang termasuk perangkat yang harus diganti setiap beberapa tahun sekali?

      Jawabannya ternyata tidak hanya bergantung pada harga.

      Smartwatch Berbeda dengan Jam Tangan Biasa

      Jam tangan biasa bisa digunakan sangat lama.

      Bahkan tidak sedikit orang yang masih menggunakan jam tangan milik orang tuanya.

      Smartwatch sedikit berbeda.

      Di dalamnya terdapat:

      ·         baterai isi ulang,

      ·         layar,

      ·         chipset,

      ·         sensor,

      ·         Bluetooth,

      ·         penyimpanan,

      ·         sistem operasi atau firmware,

      ·         dan berbagai komponen elektronik lainnya.

      Jadi umur sebuah smartwatch bukan hanya soal apakah bodinya masih utuh.

      Perangkat bisa terlihat bagus dari luar, tetapi baterainya sudah menurun.

      Atau perangkat kerasnya masih bekerja, tetapi aplikasi pendampingnya sudah tidak kompatibel dengan smartphone terbaru.

      Itulah mengapa menurut saya istilah “umur smartwatch” perlu dilihat dari beberapa sisi.

      Secara Fisik, Smartwatch Bisa Bertahan Bertahun-tahun

      Kalau tidak terkena benturan berat, kemasukan air, atau mengalami kerusakan komponen, sebuah smartwatch sebenarnya dapat terus digunakan selama perangkat masih bekerja.

      Saya pernah melihat smartwatch lama yang secara fisik masih sangat layak.

      Ada goresan kecil di bezel.

      Strap sudah pernah diganti.

      Tetapi layarnya masih bagus dan fungsi utamanya masih berjalan.

      Masalah terbesar biasanya bukan pada bodinya.

      Yang paling cepat terasa justru baterai.

      Baterai Adalah Komponen yang Akan Menua

      Hampir semua smartwatch modern menggunakan baterai lithium-ion atau lithium-polymer.

      Baterai seperti ini tidak mempunyai kemampuan mempertahankan kapasitas awal selamanya.

      Setiap kali digunakan dan diisi ulang, baterai mengalami proses penuaan.

      Setelah digunakan dalam waktu lama, kapasitas efektifnya perlahan menurun.

      Inilah alasan sebuah smartwatch yang dulu bisa bertahan lima hari mungkin suatu saat hanya bertahan tiga hari.

      Kemudian dua hari.

      Dan seterusnya.

      Proses tersebut normal pada perangkat dengan baterai isi ulang.

      Apakah Sering Charging Membuat Smartwatch Cepat Rusak?

      Tidak sesederhana itu.

      Baterai memang mempunyai siklus penggunaan, tetapi kita tidak perlu sampai takut mengisi daya.

      Smartwatch dibuat untuk digunakan dan di-charge.

      Menurut saya, lebih baik menggunakan perangkat secara normal daripada terlalu sibuk menjaga angka baterai sampai penggunaan jam sendiri menjadi tidak nyaman.

      Yang lebih masuk akal adalah menghindari kondisi ekstrem.

      Misalnya membiarkan perangkat berada di tempat yang sangat panas atau terus menggunakan smartwatch ketika baterainya sudah menunjukkan tanda kerusakan fisik.

      Panas Bisa Mempercepat Penuaan Baterai

      Kalau ada satu hal yang saya hindari pada perangkat dengan baterai lithium, itu adalah panas berlebihan.

      Misalnya mengisi smartwatch di tempat yang terkena matahari langsung.

      Atau meninggalkannya di dalam kendaraan yang sangat panas.

      Smartwatch memang kecil, tetapi baterainya tetap bekerja berdasarkan prinsip yang sama dengan perangkat elektronik lainnya.

      Karena itu saya biasanya mengisi daya di tempat dengan suhu yang wajar.

      Kalau jam terasa jauh lebih panas daripada biasanya ketika charging, saya juga akan memeriksa kondisinya.

      Berapa Tahun Baterai Smartwatch Bisa Bertahan?

      Sulit memberikan satu angka yang berlaku untuk semua smartwatch.

      Pola penggunaan setiap orang berbeda.

      Ada yang mengisi daya seminggu sekali.

      Ada yang setiap dua hari.

      Ada pula smartwatch dengan AOD dan GPS aktif yang jauh lebih sering di-charge.

      Kualitas baterai dan sistem manajemen dayanya juga berbeda.

      Secara praktis, setelah beberapa tahun penggunaan, penurunan daya tahan baterai bukan sesuatu yang aneh.

      Tetapi kapan penurunannya mulai mengganggu sangat bergantung pada perangkat dan cara penggunaan.

      Daya Tahan Baterai Panjang Punya Keuntungan Jangka Panjang

      Ini salah satu alasan saya menyukai smartwatch dengan baterai yang awet.

      Bukan hanya karena malas charging.

      Misalnya smartwatch A perlu diisi setiap hari.

      Smartwatch B hanya perlu diisi setiap lima atau tujuh hari.

      Dalam periode penggunaan yang panjang, pola siklus pengisian keduanya tentu berbeda.

      Memang banyak faktor lain yang memengaruhi umur baterai, tetapi kebutuhan charging yang lebih jarang merupakan salah satu kenyamanan yang menurut saya sangat terasa.

      Terutama kalau kita sering bepergian.

      Layar Juga Bisa Menjadi Faktor Usia

      Layar smartwatch digunakan setiap hari.

      Pada smartwatch AMOLED, kita juga mengenal kemungkinan burn-in akibat penggunaan elemen statis dalam kondisi tertentu.

      Namun perangkat modern biasanya mempunyai berbagai mekanisme untuk mengurangi risiko tersebut.

      Untuk penggunaan normal, saya tidak terlalu mengkhawatirkannya.

      Justru yang lebih sering saya perhatikan adalah kondisi fisik layar.

      Goresan.

      Benturan.

      Retak.

      Atau kerusakan akibat jatuh.

      Karena layar berada di pergelangan tangan, posisinya memang cukup mudah mengenai benda di sekitar kita.

      Strap Biasanya Rusak Lebih Dulu daripada Jamnya

      Kalau smartwatch digunakan setiap hari, strap bekerja cukup keras.

      Terkena keringat.

      Ditekuk berulang kali.

      Terkena air.

      Ditarik ketika dipasang.

      Dan terus bersentuhan dengan kulit.

      Setelah penggunaan lama, strap silikon bisa mulai berubah tekstur atau mengalami kerusakan pada bagian tertentu.

      Untungnya, strap merupakan salah satu bagian yang paling mudah diganti.

      Kalau smartwatch menggunakan ukuran strap standar, pilihannya bahkan sangat banyak.

      Jadi strap rusak bukan berarti jam harus diganti.

      Charger Bisa Menjadi Masalah Setelah Beberapa Tahun

      Ini sering dilupakan.

      Smartwatch mungkin masih bagus.

      Tetapi kabel chargernya hilang atau rusak.

      Masalahnya, tidak semua smartwatch menggunakan sistem charger yang sama.

      Bahkan charger magnetik yang bentuknya terlihat mirip belum tentu mempunyai posisi pin atau polaritas yang sama.

      Karena itu saya selalu menyarankan menyimpan charger bawaan dengan baik.

      Untuk smartwatch dari merek yang kurang umum, mencari charger pengganti beberapa tahun kemudian kadang lebih sulit daripada yang kita bayangkan.

      Software Bisa Membatasi Umur Smartwatch

      Ini bagian yang menurut saya semakin penting.

      Bayangkan smartwatch masih menyala dengan normal setelah empat tahun.

      Tetapi aplikasi pendampingnya sudah tidak tersedia.

      Atau tidak kompatibel dengan Android/iOS terbaru.

      Akhirnya fungsi smartwatch menjadi terbatas.

      Hal seperti ini lebih mungkin terjadi pada perangkat yang sangat bergantung pada aplikasi.

      Karena itu, dukungan software merupakan bagian dari umur sebuah smartwatch.

      Bukan hanya hardware.

      Smartwatch Murah Bisa Bertahan Lama?

      Bisa.

      Harga murah tidak otomatis berarti perangkat hanya akan bertahan beberapa bulan.

      Kalau kualitas perangkatnya baik dan digunakan sesuai kemampuannya, smartwatch terjangkau dapat digunakan cukup lama.

      Namun ada satu hal yang menurut saya perlu dipertimbangkan pada smartwatch generik:

      dukungan jangka panjang.

      Apakah aplikasinya masih tersedia beberapa tahun lagi?

      Apakah charger penggantinya mudah ditemukan?

      Apakah strap menggunakan ukuran standar?

      Hal-hal seperti ini baru terasa setelah perangkat sudah tidak baru lagi.

      Bagaimana dengan Smartwatch Mahal?

      Smartwatch mahal juga tidak abadi.

      Baterainya tetap mengalami penuaan.

      Layarnya tetap bisa pecah.

      Strap tetap bisa rusak.

      Software suatu saat juga berhenti mendapatkan update.

      Perbedaannya, merek besar biasanya mempunyai ekosistem, dukungan perangkat lunak, aksesori, dan layanan purnajual yang lebih jelas.

      Itu salah satu hal yang sebenarnya ikut kita bayar.

      Bukan berarti jam pasti bertahan lebih lama, tetapi peluang untuk tetap mendapatkan dukungan biasanya lebih baik.

      Apakah Smartwatch Bisa Dipakai 5 Tahun?

      Bisa saja.

      Kalau perangkat kerasnya masih baik, baterai masih cukup untuk kebutuhan kita, dan software tetap berfungsi, tidak ada alasan smartwatch harus diganti hanya karena sudah berumur lima tahun.

      Tetapi pengalaman menggunakan smartwatch berusia lima tahun mungkin tidak sama seperti ketika baru.

      Baterainya mungkin lebih pendek.

      Fiturnya tertinggal.

      Layarnya mungkin mempunyai beberapa goresan.

      Dan performanya terasa lebih lambat dibanding model terbaru.

      Pertanyaannya bukan hanya:

      “Apakah masih bisa menyala?”

      Tetapi:

      “Apakah masih nyaman digunakan?”

      Menurut saya, itu ukuran yang lebih realistis.

      Kapan Smartwatch Sebaiknya Diganti?

      Saya tidak mengganti smartwatch hanya karena ada model baru.

      Kalau fungsi yang dibutuhkan masih berjalan, saya tidak melihat alasan harus buru-buru upgrade.

      Namun ada beberapa kondisi yang membuat penggantian mulai masuk akal.

      Baterai Sudah Sangat Mengganggu

      Kalau sebelumnya tahan beberapa hari kemudian harus diisi beberapa kali dalam sehari, pengalaman penggunaannya tentu berubah.

      Perangkat Tidak Lagi Kompatibel

      Aplikasi tidak berjalan atau smartwatch tidak dapat digunakan dengan smartphone terbaru.

      Ada Kerusakan Fisik Serius

      Layar pecah, casing terbuka, baterai menggelembung, atau perangkat menunjukkan kondisi yang tidak aman.

      Fitur yang Dibutuhkan Tidak Tersedia

      Misalnya kita mulai rutin jogging dan membutuhkan built-in GPS, sementara smartwatch lama hanya mempunyai connected GPS.

      Upgrade seperti ini mempunyai alasan yang jelas.

      Biaya Perbaikan Tidak Masuk Akal

      Pada smartwatch tertentu, biaya perbaikan bisa mendekati harga perangkat baru.

      Dalam kondisi seperti ini, mengganti perangkat mungkin lebih rasional.

      Jangan Upgrade Hanya karena Watch Face Baru Terlihat Keren

      Ini godaan yang cukup sering terjadi.

      Produk baru keluar.

      Bezelnya lebih tipis.

      Watch face-nya bagus.

      Animasi terlihat lebih mulus.

      Langsung terasa smartwatch lama sudah ketinggalan zaman.

      Padahal ketika dipikir kembali, fungsi yang digunakan setiap hari mungkin masih sama.

      Saya sekarang lebih suka bertanya:

      Apa yang benar-benar tidak bisa dilakukan smartwatch saya sekarang?

      Kalau jawabannya tidak ada, upgrade mungkin belum diperlukan.

      Cara seperti ini juga membuat kita lebih menghargai perangkat yang sudah dimiliki.

      Tanda Baterai Smartwatch Perlu Diwaspadai

      Penurunan kapasitas secara perlahan adalah hal yang normal.

      Tetapi ada kondisi yang berbeda.

      Misalnya:

      ·         casing mulai terangkat,

      ·         bagian belakang jam berubah bentuk,

      ·         smartwatch sangat panas tanpa alasan jelas,

      ·         baterai membengkak,

      ·         atau muncul bau yang tidak normal.

      Kalau menemukan tanda seperti itu, jangan terus menggunakan atau mengisi daya perangkat.

      Kerusakan baterai bukan sesuatu yang sebaiknya diabaikan.

      Cari bantuan servis yang sesuai.

      Apakah Baterai Smartwatch Bisa Diganti?

      Tergantung perangkat.

      Pada sebagian smartwatch, baterai secara teknis dapat diganti melalui layanan servis.

      Pada perangkat lain, konstruksinya membuat penggantian menjadi sulit atau tidak ekonomis.

      Smartwatch juga mempunyai sistem ketahanan air yang dapat terpengaruh ketika perangkat dibuka.

      Karena itu saya tidak menyarankan membongkar smartwatch sendiri hanya karena melihat tutorial singkat di internet, terutama kalau tidak mempunyai peralatan dan pengalaman yang sesuai.

      Kalau baterai perlu diganti, gunakan layanan yang kompeten.

      Cara Membuat Smartwatch Lebih Awet

      Tidak perlu terlalu rumit.

      Beberapa kebiasaan yang menurut saya cukup masuk akal:

      ·         hindari panas berlebihan,

      ·         jangan charge ketika jam masih basah,

      ·         gunakan charger yang sesuai,

      ·         bersihkan smartwatch secara berkala,

      ·         hindari benturan yang tidak perlu,

      ·         gunakan ketahanan air sesuai petunjuk produsen,

      ·         simpan charger bawaan,

      ·         dan lakukan update software dari sumber resmi.

      Tidak ada cara yang membuat smartwatch bertahan selamanya.

      Tetapi setidaknya kita tidak mempercepat kerusakannya melalui kebiasaan yang sebenarnya bisa dihindari.

      Apakah Smartwatch Termasuk Barang Sekali Pakai?

      Menurut saya tidak.

      Memang siklus produk elektronik lebih cepat daripada jam tangan tradisional.

      Tetapi bukan berarti smartwatch harus diganti setiap tahun.

      Kalau membeli perangkat yang sesuai kebutuhan dan merawatnya dengan baik, kita bisa menggunakannya selama masih memberikan manfaat.

      Bahkan menurut saya, menggunakan smartwatch lebih lama justru membuat kita benar-benar mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

      Review setelah satu minggu tentu berbeda dengan pengalaman setelah satu atau dua tahun.

      Saya Lebih Memilih Smartwatch yang Bisa Dipakai Lama

      Sekarang saya tidak terlalu tertarik dengan smartwatch yang hanya terlihat menarik pada hari pertama.

      Saya lebih memperhatikan hal-hal yang mungkin masih penting beberapa tahun kemudian.

      Apakah baterainya bagus?

      Apakah chargernya mudah ditemukan?

      Apakah strap bisa diganti?

      Apakah aplikasinya meyakinkan?

      Apakah produsennya memberikan update?

      Apakah fitur utamanya benar-benar berguna?

      Karena smartwatch yang bagus menurut saya bukan perangkat yang membuat kita kagum selama tiga hari.

      Tetapi perangkat yang setelah berbulan-bulan masih tetap ingin kita pakai ketika keluar rumah.

      Kesimpulan

      Tidak ada angka pasti mengenai berapa lama sebuah smartwatch dapat digunakan.

      Umurnya dipengaruhi oleh baterai, kualitas perangkat keras, cara penggunaan, kondisi fisik, ketersediaan charger dan aksesori, serta dukungan software.

      Smartwatch yang dirawat dengan baik bisa saja digunakan selama beberapa tahun, bahkan lima tahun atau lebih, selama perangkat masih aman dan fungsi yang dibutuhkan tetap berjalan.

      Namun baterai secara alami akan mengalami penurunan kapasitas.

      Software juga suatu saat dapat berhenti mendapatkan dukungan.

      Karena itu, menurut saya kita tidak perlu terlalu fokus pada pertanyaan:

      “Smartwatch ini bisa bertahan berapa tahun?”

      Pertanyaan yang lebih berguna adalah:

      “Apakah smartwatch ini masih nyaman, aman, dan memenuhi kebutuhan saya?”

      Kalau jawabannya masih iya, tidak ada alasan harus menggantinya hanya karena model baru sudah keluar.

      Dan kalau suatu hari harus upgrade, setidaknya kita menggantinya karena memang ada kebutuhan.

      Bukan hanya karena jam lama sudah tidak terlihat baru lagi.


      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post